JAKARTA - Menteri Bidang Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah tidak hanya membantu rehabilitasi bangunan lembaga pendidikan pondok pesantren, melainkan juga bangunan-bangunan kegiatan keagamaan lain yang rawan roboh.
"Kita tidak hanya fokus pada Al Khoziny atau pesantren, tetapi juga pada semua lembaga pendidikan, kegiatan keagamaan, dan rumah ibadah yang rawan, semuanya akan kita bantu," kata Menko Muhaimin Iskandar dilansir ANTARA, Jumat, 17 Oktober.
Audit dan rehabilitasi bangunan nantinya tidak hanya menargetkan tempat ibadah, tapi juga untuk seluruh tempat pelayanan sosial dan pendidikan, seperti panti asuhan dan pelayanan pendidikan.
Menko Muhaimin Iskandar mengatakan langkah ini sebagai upaya negara memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang sedang belajar atau beribadah.
"Menteri PU sedang melakukan proses audit dan pendampingan kepada pesantren-pesantren yang rawan. Ini adalah antisipasi agar para santri mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan proses pembelajaran dapat terus berlangsung," kata Muhaimin Iskandar.
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum sedang mengaudit fisik bangunan 80 pesantren yang masuk kategori paling rawan.
BACA JUGA:
Pemerintah pun akan terus menambah jumlah pesantren yang akan diaudit untuk mempercepat proses mitigasi.
Selain proses audit, Menko Muhaimin Iskandar akan menginstruksikan Kementerian/Lembaga terkait menyempurnakan mekanisme proses perizinan dan pendirian bangunan untuk mempermudah prosesnya.
Rapat menteri tersebut dihadiri Dirjen Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.