Bagikan:

JAKARTA - Presiden Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen, mengingatkan Serbia jika ingin bergabung UE harus menerapkan sanksi terhadap Rusia. Dia menegaskan, itu syarat utama gabung dengan UE. 

Hal itu disampaikan Ursula saat bertemu Presiden Serbia Aleksandar Vučić di Beograd, Serbia, Rabu 15 Oktober waktu setempat, sebagaimana dikutip oleh saluran berita Serbia N1 dan dilaporkan oleh European Pravda

"Kami akan berusaha melaksanakan apa yang disebut agenda reformasi, dan saya berharap kami akan mendapat dukungan dari Uni Eropa untuk semua ini dan bahwa kami akan didengar di Brussel. Hal ini tidak selalu mudah, dan tidak sepenuhnya mudah untuk menyampaikannya secara menyeluruh kepada masyarakat di sini," ujar Vučić.

Menurut Ursula, menyelaraskan kebijakan luar negeri dengan negara-negara anggota UE menjadi pertimbangan calon anggota UE bisa bergabung.

Adapun keinginan Serbia menjadi anggota resmi UE pada tahun 2025 disampaikan ketika UE belum dipimpin Ursula. Namun, kala itu tidak ada respons serius dari pihak UE.  

Meski demikian, Ursula mengingatkan Vučić bahwa sudah saatnya Serbia untuk mengambil langkah konkret menuju keanggotaan UE.

"Implementasinya sekarang menjadi kunci dan inilah mengapa saya ingin mengundang Anda untuk datang ke Brussel dalam waktu sekitar satu bulan untuk mengevaluasi bersama," ujar Ursula.

"Saya memuji Anda karena telah mencapai 61 persen keselarasan dengan kebijakan luar negeri kami, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan," kata Ursula ke Vučić.