JAKARTA - Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan sebanyak 63 warganya ditahan oleh otoritas Kamboja atas dugaan bekerja pada sindikat penipuan (scam) online di negara Asia Tenggara tersebut.
Pemerintah Korsel berjanji akan mengurus dan memulangkan warga negaranya yang ditahan di Kamboja.
"Kami sedang mengatur penerbangan untuk memulangkan mereka... Kami menargetkan penyelesaian ini pada akhir minggu ini," Penasihat Keamanan Nasional Korsel, Wi Sung-lac kepada para wartawan, dikutip dari AFP, Rabu 15 Oktober.
Menurut Sung, dari 63 orang yang ditahan terkait kasus penipuan atau scam online di Kamboja itu, di antaranya bekerja sebagai volunteer.
"Sebagian besar dari mereka harus dianggap telah melakukan tindakan kriminal karena ikut serta dalam skema tersebut," ujarnya.
BACA JUGA:
Sung menjelaskan, Korsel akan fokus pada pemulangan warga negaranya yang kemudian akan melakukan penyelidikan di dalam negeri terkait mereka yang diduga terlibat.
Menindaklanjuti tindakan ini, Korsel akan membentuk tim khusus yang tugasnya juga menyelidiki kasus penculikan berujung pembunuhan seorang mahasiswa Korsel di Kamboja.
Tim khusus yang dipimpin oleh wakil menteri luar negeri Korsel itu direncanakan akan bertolak ke Kamboja pada Rabu malam ini.