JAKARTA - Hamas pada Senin 13 Oktober menerbitkan daftar yang berisi lebih dari 1.900 tahanan Palestina diklaim akan dibebaskan Israel. Pembebasan itu bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang juga meliputi pembebasan 20 sandera Israel masih hidup oleh Hamas.
Mengutip AP, Komite Palang Merah Internasional diperkirakan akan mengawasi pembebasan tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata yang berlaku mulai Jumat 10 Oktober siang waktu setempat bertujuan untuk mengakhiri invasi militer Israel paling mematikan dan merusak di Gaza dan kawasan Palestina lainnya.
Perang antara Hamas dengan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Akibat seragan darat dan udara militer Israel ke Gaza sebanyak 67.000 warga Palestina dinyatakan tewas, berdasarkan data pejabat kesehatan setempat.
BACA JUGA:
Hari ini, warga Israel bersiap menyambut kepulangan 20 sandera terakhir yang masih hidup dari Gaza, dalam pertukaran sandera yang merupakan kunci kesepakatan gencatan senjata setelah dua tahun perang Israel menyerang Gaza.
Sementara warga Palestina menunggu pembebasan ratusan tahanan dan sandera yang ditahan Israel.
Presiden AS Donald Trump bersama para pemimpin lainnya telah tiba di Israel hari ini untuk membahas perkembangan kesepakatan gencatan senhata yang diusulkan AS dan rencana pascaperang.
Bantuan kemanusiaan diperkirakan akan terus berdatangan ke Gaza yang warganya dilanda kelaparan, dan kehilangan tempat tinggal akibat ratusan ribu hunian hancur lebur akibat tindakan militer Israel.