Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan kesehatan finansial merupakan kunci ketahanan masyarakat, dengan kesehatan finansial global penting bagi pembangunan berkelanjutan.

Berbicara dalam "High Level Breakfast Meeting on Advancing Financial Health" di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Menlu Sugiono menegaskan kembali komitmen untuk memajukan kesehatan finansial global.

Dalam pertemuan dipimpin oleh UN Secretary-General’s Special Advocate for Inclusive Finance for Development (UNSGSA) Ratu Máxima dari Belanda Ini, Menlu RI Menekankan pentingnya isu tersebut bagi pembangunan berkelanjutan.

"Menlu Sugiono menegaskan bahwa kesehatan finansial merupakan kunci bagi ketahanan masyarakat, seraya mencatat kemajuan Indonesia dalam literasi keuangan yang meningkat menjadi 49,7 persen pada 2023," kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya, Jumat 26 September.

"Namun demikian, beliau juga mengakui tantangan yang masih ada, seperti rendahnya tingkat tabungan rumah tangga," tambahnya.

Lebih jauh dalam kesempatan tersebut Indonesia juga menyoroti keberhasilan dalam memperluas inklusi keuangan, dengan kepemilikan rekening orang dewasa mencapai 85 persen pada 2021, naik dari 35 persen pada 2011, didukung oleh pemanfaatan keuangan digital.

Menlu RI menekankan, inklusi perlu berkembang menjadi kesehatan finansial yang sesungguhnya, yang mencakup penggunaan, ketahanan, dan pemberdayaan.

Indonesia juga menyambut baik pengakuan atas isu kesehatan finansial dalam Compromiso de Sevilla, menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan kesehatan finansial ke dalam resolusi PBB di masa depan, termasuk 2025 Biennial Resolution on Financial Inclusion.

Compromiso de Sevilla merupakan dokumen hasil dari "Fourth International Conference on Financing for Development", yang diadakan di Sevilla, Spanyol, 30 Juni sampai 3 Juli 2025.

Tujuan utama Compromiso de Sevilla adalah untuk mengurangi gap pembiayaan pembangunan untuk negara-negara berkembang.

Terkait usulan pembentukan Group of Friends on Financial Health, Indonesia menekankan pentingnya kebermanfaatan nyata platform tersebut, khususnya bagi negara-negara Global South, serta nilai tambah dan koherensi platform tersebut dengan platform-platform serupa lainnya.

"Indonesia siap berkontribusi aktif dalam upaya tersebut," tandas Menlu Sugiono.

Dalam pertemuan kemarin, Menlu Sugiono juga menyampaikankan ucapan selamat kepada Ratu Máxima atas perpanjangan mandatnya sebagai UNSGSA, sekaligus menyambut baik rencana kunjungan Ratu Máxima ke Jakarta pada Bulan November 2025 mendatang.