JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono membahas peningkatan kerja sama kemitraan strategus komprehensif antara Indonesia dan Australia saat bertemu timpalannya Menteri Luar Negeri Penny Wong di Sydney Hari Kamis.
Dalam kunjungan resmi pertama sejak dilantik Oktober lalu, Menlu Sugiono membahas penguatan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi dengan Menlu Penny Wong.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono dan Menlu Penny Wong berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi, pembangunan, hubungan antar masyarakat antar kedua negara, serta sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan di kawasan.
Kedua Menteri juga menyepakati pentingnya menumbuhkan rasa saling percaya dan persahabatan yang erat antara kedua negara.
"Kunjungan ini menandakan kemitraan yang kuat antara kedua negara yang dibangun atas nilai-nilai bersama, saling menghormati kedaulatan, dan komitmen yang kuat untuk berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik, dan di dunia," kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya, Kamis 20 Maret.
Lebih lanjut, Menlu Sugiono dan Menlu Penny Wong juga sepakat untuk memperbarui Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia (2025–2029). Rencana aksi ini akan menetapkan berbagai prioritas utama untuk kerja sama ke depan.
"Kami akan melanjutkan kerja sama Kemitraan Strategis Komprehensif melalui kerja sama yang saling menguntungkan di bidang-bidang strategis, seperti perdagangan dan investasi, mineral kritis, EV dan baterai, pertanian dan ketahanan pangan, pendidikan, riset, pertahanan dan keamanan, serta hubungan antar masyarakat," kata Menlu Sugiono.
BACA JUGA:
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Penny Wong menegaskan pentingnya kunjungan Menlu Sugiono ke Australia, dan menunjukkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, baik dalam bidang politik, ekonomi, hubungan antar masyarakat.
"Peningkatan hubungan ekonomi dengan Indonesia sangat penting dan merupakan kunci dari upaya diversifikasi ekonomi Australia, terutama melalui pasar yang berkembang di Asia Tenggara," kata Menlu Penny Wong.