Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono mengapresiasi dukungan Australia terkait penandatanganan Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif, guna menjaga momentum intensif hubungan kerja sama Indonesia dengan dengan Australia.

Itu disampaikan Menlu Sugiono saat menerima Duta Besar Australia Roderick Brazier di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Hari Jumat.

Mengawali pertemuan, Menlu Sugiono menyampaikan apresiasi atas suksesnya kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Hari Kamis, menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti kesepakatan yang dicapai pada pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Lebih jauh Menlu Sugiono juga mengapresiasi dukungan Australia, sehingga penandatanganan Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif periode 2025-2029 dapat dilakukan antara Menlu Sugiono dengan timpalannya Menlu Australia Penny Wong.

Penandatanganan Rencana Aksi ini dilakukan dalam rangka menjaga momentum kerja sama Indonesia-Australia yang semakin intensif, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya, Jumat 16 Mei.

Kerja sama bilateral pada bidang-bidang strategis seperti pertahanan, ekonomi, ketahanan pangan, energi, hingga people-to-people contact menjadi bidang prioritas kesepakatan tersebut.

Kesepakatan ini juga menjadi acuan penting untuk penyelarasan prioritas Pemerintah Indonesia dalam program Asta Cita dan prioritas Pemerintah Australia yang tercantum dalam "Australia’s Economic Strategy in Southeast Asia to 2040".

Dalam kesempatan ini, Menlu Sugiono juga menyoroti kemitraan Indonesia dan Australia yang semakin menguat pada beberapa tahun terakhir.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan IA-CEPA, Comprehensive Strategic Partnership, Defence Cooperation Agreement dan berbagai kesepakatan lainnya yang terkait dengan isu-isu strategis.

Menlu Sugiono berharap, kerja sama intensif dan hubungan antar masyarakat yang kuat dapat terus terjalin di masa mendatang.