Bagikan:

JAKARTA - Presiden Komoro Azali Assoumani menuduh Israel melakukan genosida di Gaza dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Rabu waktu setempat.

Dia juga menolak klaim bahwa mendukung solusi dua negara adalah "hadiah bagi Hamas."

Assoumani mengatakan PBB tidak dapat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ambisius jika tidak dapat mencegah genosida terjadi di Gaza atau kekerasan di wilayah lain.

"Dengan lima tahun tersisa sebelum batas waktu (SDG), patut dicatat bahwa dunia tidak lebih damai atau lebih adil. Sebaliknya, ketimpangan telah meningkat, konflik telah berlipat ganda, dan umat manusia semakin menjauh dari visi yang pernah mendorong kita," kata Assoumani, dikutip dari AN, Kamis 25 September.

Menurutnya, tragedi di Palestina menjadi bukti nyata terkait hal itu.

Assoumani menjelaskan, selama lebih dari 70 tahun, bahkan hari ini lebih parah dari sebelumnya, rakyat Palestina telah menderita dijarah tanah leluhurnya, mengalami pengasingan, penyiksaan, dan penghinaan.

Dia menambahkan, sejarah bagi rakyat Palestina belakangan berisi serangkaian halaman yang ditulis dengan darah, ketidakpedulian, dan cemoohan.

Assoumani mengecam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 "barbar". Namun, dia menggarisbawahi tanggapan Israel dengan melakukan operasi militer ke Gaza sangat tidak proporsional dan kenyataannya memang upaya genosida.

"Delapan puluh persen korban adalah anak-anak, lansia, atau orang sakit. Mereka tewas akibat penembakan yang tidak terkecuali di rumah sakit, pusat distribusi bantuan, sekolah, staf PBB, atau jurnalis," tutur Assoumani.

"Kejahatan yang dilakukan terhadap Palestina berakar dari kontradiksi yang tak tertahankan. Sungguh, bagaimana mungkin sebuah pemerintahan yang dipilih oleh rakyat korban Holocaust kini melakukan genosida di depan mata seluruh dunia?" sambungnya.

“Ketika kita melihat tragedi Holocaust, negara-negara Arab, Afrika, dan Muslim tidak pernah berpihak pada para pelaku genosida. Sebaliknya, para leluhur dan leluhur kita mempertaruhkan nyawa mereka. Mereka berjuang bersama Sekutu untuk membela orang-orang Yahudi dan menjamu mereka, menyambut mereka, menyambut para penyintas ke negara mereka,” lanjutnya.