7 Orang Tenggelam di Waduk, La Nyalla Ingatkan SOP Keselamatan Objek Wisata Harus Ditingkatkan
Ilustrasi. (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti menegaskan, para pengelola objek wisata harus meningkatkan dan memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Hal ini menyusul peristiwa kecelakaan perahu di objek wisata Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah.

"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran ke depan dan harus ada evaluasi secara menyeluruh. Disparbud seharusnya menjamin keselamatan masyarakat yang berwisata," ujar La Nyalla, Minggu, 16 Mei.

Senator Jawa Timur itu menyarankan lokasi wisata tersebut ditutup sementara guna mendukung proses pencarian korban. Pihak pengelola pun harus bertanggungjawab sepenuhnya.

"Evaluasi SOP keselamatan, pastikan yang naik perahu semua memakai pelampung. Kapasitas perahu juga dibatasi, jangan sampai kelebihan muatan," tegas La Nyalla.

Menurutnya, sejumlah tempat wisata air kerap mengabaikan standar keamanan untuk pengunjung. Karena itu, ia meminta agar unsur keselamatan ini dimasukkan sebagai syarat penting dalam perizinan.

"Saya sudah hubungi beberapa anggota DPD yang ada di dapilnya masing-masing. Saya minta mereka pantau dan tinjau wisata-wisata air di daerahnya. Mereka harus pastikan standar keselamatan pengunjung diterapkan dengan benar," katanya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mendesak aparat mengusut lebih jauh insiden tersebut. Perlu dipastikan apakah ada indikasi adanya human error agar dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalo dilihat dari kejadiannya, kemungkinan besar ada unsur keteledoran manusia. Kita minta bawa ke proses hukum sesuai aturan yang ada," tandas La Nyalla. 

Diketahui, sebanyak tujuh dari sembilan orang yang hilang akibat perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia, Sabtu, 15 Mei.

Dari keterangan Polda Jateng, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat para wisatawan yang diduga berjumlah 20 orang menaiki perahu di kawasan Waduk Kedungombo.

Kemudian perahu kehilangan keseimbangan karena para penumpang berkumpul di salah satu bagian saat tengah berswafoto.