JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjalin kemitraan dengan perusahaan media, data, dan layanan keuangan global Bloomberg untuk memperluas peluang ekonomi rakyat melalui investasi energi bersih dan perlindungan sumber daya laut.
Hal itu disampaikan CEO Bloomberg Michael Rubens Bloomberg melalui akun media sosialnya seusai berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo di New York mengenai langkah kerja sama ke depan.
“Presiden Indonesia @prabowo berkomitmen untuk memperluas peluang ekonomi bagi rakyatnya, termasuk melalui investasi energi bersih,” tulis Michael Rubens Bloomberg dikutip via Antara, Selasa, 23 September.
Perusahaan berbasis di New York, Amerika Serikat itu juga menyatakan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam investasi energi bersih dan perlindungan sumber daya laut.
Dalam unggahan tersebut, Bloomberg mengungkapkan kegembiraannya dapat bertukar pandangan secara langsung dengan Kepala Negara di sela Konferensi Internasional di PBB.
“Saya senang dapat berbincang dengannya hari ini tentang bagaimana Bloomberg dan @bloombergdotorg dapat terus menjadi mitra dalam pekerjaan ke depannya,” tulisnya.
Sebelumnya, Bloomberg Technoz pada Jumat (19/9) menyoroti upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam membangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2025 dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp1,34 triliun.
KKP juga mengajukan tambahan dana ke Kementerian Keuangan untuk menuntaskan target 100 kampung nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas produksi, pelatihan, UMKM, pasar ikan, dermaga, pabrik es, hingga stasiun BBM khusus nelayan.
Bloomberg juga mengangkat peluang energi baru terbarukan di 15 provinsi Indonesia berkapasitas 379,7 MW yang terpusat pada PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur.
BACA JUGA:
Proyek energi terbarukan yang diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Juni 2025 itu terdiri atas delapan unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai langkah percepatan transisi energi dan kemandirian energi nasional.
">