JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Jalur Gaza akan hancur jika kelompok militan Palestina Hamas tidak membebaskan para sandera dan melucuti senjatanya.
Itu dikatakannya saat pasukan Israel Defense Forces (IDF) memulai memulai serangan darat besar-besarannya di Kota Gaza
"Dari Hamas, kami hanya membutuhkan dua hal, dan mereka tidak akan memberikannya secara sukarela: membebaskan semua sandera dan melucuti senjata. Kekuatan besar serangan di sini… secara langsung mengalahkan Hamas, dan juga menciptakan dorongan yang lebih besar untuk pembebasan para sandera," kata Katz saat berkunjung ke markas Divisi ke-162, yang pasukannya saat ini beroperasi di Kota Gaza, dikutip dari The Times of Israel 16 September.
"Kami ingin menguasai Kota Gaza karena saat ini kota itu adalah simbol pemerintahan utama Hamas. Hari ini, jika Gaza hancur, mereka akan hancur," katanya.
Katz mengatakan "Sinwar bersaudara yang kejam," Yahya dan Muhammad, yang memimpin kelompok teror di Jalur Gaza sebelum mereka dibunuh oleh Israel, "menghancurkan Gaza, dan jika Izz al-Din Haddad terus seperti ini, ia akan menghancurkan Gaza," merujuk pada pemimpin militer baru Hamas di Gaza.
"Mereka akan membayar harganya dan Gaza akan dihancurkan," tambahnya.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, Israel mengumumkan dimulainya operasi darat ke Kota Gaza pada Selasa. Seorang pejabat militer Israel mengatakan IDF telah memulai tahap utama operasi darat mereka ke Kota Gaza, pusat kota utama di daerah kantong tersebut, tempat Israel telah memerintahkan ratusan ribu penduduk untuk mengungsi.