Bagikan:

JAKARTA - Rusia menembakkan lebih dari 500 drone dan dua lusin rudal ke Ukraina dalam semalam pada Rabu 3 September waktu setempat. Presiden Ukraina Vlodymyr Zelenskyy langsung mencari dukungan untuk merespons Rusia. 

Mengutip AP, Kamis 4 September, Zelensky mengungkapkan target utama penembakkan Rusia pada malam hari itu adalah infrastruktur sipil, terutama fasilitas energi Ukraina, seiring mendekatnya musim dingin berikutnya. 

Serangan tersebut terutama menargetkan kawasan Ukraina bagian barat dan tengah yang mengakibatkan sedikitnya lima orang luka-luka.

Meskipun Presiden AS Donald Trump berupaya menghentikan pertempuran, serangan udara Rusia untuk menghancurkan pertahanan Ukraina di sepanjang garis depan sepanjang 1.000 kilometer (620 mil) belum mereda dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan Rusia terus berlanjut juga setelah Zelensky menerima usulan Trump untuk gencatan senjata dan perundingan damai tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Di satu sisi, Rusia telah menyuarakan keberatannya atas usulan itu. 

Trump dan Zelensky dijadwalkan akan membahas hal itu pada hari ini, Kamis waktu setempat. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan rencana pembahasan itu belum diumumkan secara resmi.