Bagikan:

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu mencatat setidaknya 21.000 anak-anak di Gaza telah mengalami cacat atau disabilitas sejak Israel melancarkan serangan daratnya ke Gaza pada Oktober 2023.

Catatan dalam laporan yang diterbitkan Komite PBB untuk Hak-Hak Penyandang Disabilitas itu meliputi data 40.500 anak-anak di Gaza mengalami "cedera baru terkait perang Gaza" dalam hampir dua tahun sejak invasi militer Israel.

"Laporan juga menggambarkan penyandang disabilitas terpaksa mengungsi dalam kondisi yang tidak aman dan tidak bermartabat, seperti merangkak di pasir atau lumpur tanpa bantuan mobilitas," tulis laporan tersebut, dikutip dari AFP.

PBB mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun sejak serangan militer Israel, setidaknya 157.114 warga Gaza mengalami cacat, dengan lebih dari 25 persen berisiko mengalami cacat seumur hidup.

PBB menegaskan bahwa Israel harus mengadopsi langkah-langkah khusus untuk melindungi anak-anak penyandang disabilitas dari serangan, dan menerapkan protokol evakuasi yang mempertimbangkan penyandang disabilitas.

PBB menekankan Israel jangan 'lepas tangan' harus memastikan warga Gaza penyandang disabilitas "diizinkan untuk kembali ke rumah mereka dengan selamat dan dibantu dalam proses tersebut," sambung laporan PBB.