JAKARTA - PBB memberikan perkembangan terbaru pada Rabu 3 September terkait jumlah staf PBB yang disandera Houthi di Yaman jadi 19 orang, di antaranya satu staf internasional.
Mengutip AP, Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyerukan agar seluruh stafnya segera dibebaskan.
Penahanan ini berlangsung dalam operasi penggerebekan Houthi di kantor-kantor badan pangan, kesehatan, dan anak-anak PBB di Sanaa, Yaman pada Minggu 1 September.
Sebanyak 19 staf PBB disandera setelah Perdana Menteri (PM) Houthi, Ahmed Al-Rahawi, dan beberapa menteri Kabinet tewas dalam serangan udara Israel pada Kamis pekan lalu.
Houthi telah terlibat dalam perang saudara sejak 2014, dengan Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Saudi. Perang ini pecah ketika Houthi mulai menguasai Sanaa dan sebagian besar Yaman utara.
Harapan untuk perundingan damai sirna setelah Israel melancarkan serangan militer darat ke Gaza pada Oktober 2023.
Houthi ikut dalam perang tersebut untuk mendukung warga Palestina di Gaza, dengan mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah. AS dibantu Israel kemudian membalas Houthi dengan melakukan serangan-serangan ke wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di Yaman.