Bagikan:

JAKARTA - Seorang staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditahan di Yaman, sehingga jumlah staf badan dunia yang ditangkap dalam beberapa hari terakhir menjadi enam orang, kata juru bicara PBB pada Hari Senin.

Penahanan terbaru ini terjadi setelah pasukan keamanan Houthi memasuki beberapa kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sanaa, Yaman, pada Hari Minggu, kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB.

Setidaknya 59 personel PBB ditahan oleh Houthi, menurut Dujarric, yang mengecam penahanan yang terus berlanjut. Beberapa telah ditahan selama bertahun-tahun, kata PBB.

Masih ada ratusan personel PBB yang tersisa di beberapa wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, termasuk sejumlah kecil staf internasional, kata Farhan Haq, wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesejahteraan seluruh personel PBB, termasuk mengamankan pembebasan rekan-rekan yang telah ditahan secara sewenang-wenang dan mitra lokal kami yang juga terdampak, serta mencegah penahanan lebih lanjut," ujar Haq, melansir Reuters 28 Oktober.

Houthi yang bersekutu dengan Iran telah menguasai sebagian besar Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, sejak merebut kekuasaan pada tahun 2014 dan awal 2015.

Menurut PBB, Houthi telah mengambil langkah-langkah yang "semakin mempersulit" badan tersebut untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di Yaman.

Pekan lalu Haj mengatakan, tindakan Houthi memaksa PBB untuk mengevaluasi kembali cara kerjanya di wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.