JAKARTA - Uji coba rudal Burevestnik seharusnya tidak memengaruhi hubungan antara Moskow dan Washington, yang sudah berada pada level minimum, ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov Hari Senin.
"Tidak ada hal di sini yang dapat atau seharusnya semakin membebani hubungan antara Moskow dan Washington, terutama karena hubungan mereka sudah berada pada level minimum," jelas Peskov, dikutip dari TASS 28 Oktober.
"Sejauh ini, baru langkah tentatif pertama yang telah diambil untuk membawa hubungan ini keluar dari kondisi stagnasi sebelumnya," tambah Peskov.
Sehari sebelumnya, Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin tentang keberhasilan penyelesaian uji coba rudal Burevestnik di sebuah fasilitas nuklir.
Senjata ini dikatakan sangat otonom dan dapat terbang jarak jauh di ketinggian rendah, sehingga mengurangi kerentanannya terhadap sistem pertahanan udara.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov melaporkan kepada Presiden Putin, rudal 9M730 Burevestnik (Storm Petrel) - yang dijuluki SSC-X-9 Skyfall oleh NATO menempuh jarak 14.000 km (8.700 mil) dan berada di udara selama sekitar 15 jam ketika diuji pada 21 Oktober.
"Ini adalah senjata unik yang tidak dimiliki siapa pun di dunia," ujar Presiden Putin dalam pernyataan yang dirilis Kremlin pada Hari Minggu, dilansir dari Reuters.
Sejak pertama kali mengumumkan 9M730 Burevestnik pada tahun 2018, Presiden Putin telah menyatakan senjata tersebut merupakan respons terhadap langkah Amerika Serikat untuk membangun perisai pertahanan rudal setelah Washington secara sepihak menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972 pada tahun 2001, dan untuk memperluas aliansi militer NATO.
BACA JUGA:
Diketahui, sejak Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS, Moskow dan Washington telah berupaya untuk menormalisasi hubungan bilateral.
Moskow telah menekankan tidak akan mengambil keputusan di bawah tekanan dan tindakan "tidak bersahabat" Washington tidak akan berkontribusi pada normalisasi hubungan.