JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin seharusnya mengakhiri perang di Ukraina alih-alih menguji coba rudal bertenaga nuklir. AS disebut Trump menempatkan kapal selam nuklir di lepas pantai Rusia.
Putin mengatakan pada Minggu, Rusia berhasil menguji coba rudal jelajah Burevestnik bertenaga nuklirnya, senjata berkemampuan nuklir yang menurut Moskow dapat menembus perisai pertahanan apa pun, dan akan segera mengerahkan senjata tersebut.
Ditanya di Air Force One tentang uji coba 9M730 Burevestnik (Petrel Badai) – yang dijuluki SSC-X-9 Skyfall oleh NATO – yang menurut Moskow telah terbang sejauh 14.000 km (8.700 mil), Trump mengatakan AS tidak perlu terbang sejauh itu karena mereka memiliki kapal selam nuklir di lepas pantai Rusia.
"Mereka tahu kita memiliki kapal selam nuklir, yang terhebat di dunia, tepat di lepas pantai mereka, jadi maksud saya, kapal selam itu tidak perlu menempuh jarak 8.000 mil," kata Trump dilansir Reuters, Senin, 27 Oktober.
"Saya rasa Putin juga tidak pantas mengatakan hal itu. Anda seharusnya mengakhiri perang, perang yang seharusnya berlangsung selama satu minggu sekarang telah memasuki tahun keempat, itulah yang seharusnya Anda lakukan daripada menguji coba rudal," kata Trump.
Trump telah berulang kali mengatakan ingin mengakhiri perang di Ukraina, perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, meskipun ia mengatakan mencapai perdamaian lebih sulit daripada mencapai gencatan senjata di Gaza atau mengakhiri konflik antara India dan Pakistan.
BACA JUGA:
Sejak pertama kali mengumumkan 9M730 Burevestnik pada tahun 2018, Putin menyatakan senjata tersebut merupakan respons terhadap langkah Amerika Serikat untuk membangun perisai pertahanan rudal setelah Washington secara sepihak menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972 pada tahun 2001, dan untuk memperluas aliansi militer NATO.
"Mereka tidak mempermainkan kami, dan kami juga tidak mempermainkan mereka," kata Trump. "Kami menguji rudal setiap saat,” sambungnya.
Reuters melaporkan dari Washington pada 25 Oktober, pemerintahan Trump telah menyiapkan sanksi tambahan yang dapat digunakan untuk menargetkan area-area penting ekonomi Rusia jika Putin terus menunda pengakhiran perang Moskow di Ukraina.