JAKARTA - Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan salah satu anggota stafnya tewas dalam tahanan di Yaman utara.
PBB sudah berulang kali menyerukan gerakan Houthi untuk membebaskan pegawai PBB yang ditahan.
WFP tidak merinci kapan atau bagaimana stafnya yang ditahan pada 23 Januari bersama enam orang lainnya, meninggal dunia.
Wakil juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan PBB menghentikan semua operasi di wilayah Sa'ada Yaman pada Senin setelah lebih banyak staf PBB ditahan oleh otoritas Houthi.
“Hancur hati dan marah atas kehilangan tragis anggota tim WFP, Ahmed, yang kehilangan nyawanya saat ditahan secara sewenang-wenang di Yaman. Seorang kemanusiaan yang setia dan ayah dari 2 anak, dia memainkan peran penting dalam misi kami untuk memberikan bantuan makanan yang menyelamatkan nyawa,” ujar Ketua WFP Cindy McCain dilansir Reuters, Selasa, 11 Februari.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, sejak merebut kekuasaan pada tahun 2014 dan awal tahun 2015. Sejak tahun 2021, kelompok Houthi telah menahan puluhan staf PBB. Kelompok tersebut kini menahan 24 staf PBB.
BACA JUGA:
Yaman telah menjadi fokus salah satu operasi kemanusiaan terbesar di dunia selama satu dekade perang saudara yang mengganggu pasokan makanan. WFP menyatakan pihaknya memberikan bantuan kepada 15,3 juta orang, atau 47 persen populasi pada tahun 2023.