Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan ke pusat produksi rudal baru dan proses otomatisasi manufaktur rudal, lapor media pemerintah Hari Senin.

Kunjungan pada Hari Minggu ke pusat produksi rudal tersebut dilakukan sebelum rencana perjalanannya ke Beijing untuk menghadiri parade militer bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping dan dihadiri sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemimpin Kim mengatakan, proses produksi yang dimodernisasi akan membantu meningkatkan kesiapan tempur unit-unit rudal utama, lapor KCNA seperti dikutip dari Reuters 1 September.

Diketahui, Pyongyang berada di bawah sanksi internasional yang berat atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya yang dikembangkan dengan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sementara para ahli dan pejabat internasional mengatakan, sanksi tersebut telah kehilangan sebagian besar pengaruhnya di tengah meningkatnya dukungan ekonomi, militer, dan politik dari Rusia dan Tiongkok.

Korea Utara telah mengirimkan tentara, amunisi artileri, dan rudal ke Rusia untuk mendukung Moskow dalam perangnya melawan Ukraina.

Terpisah, Kementerian Luar Negeri Korea Utara juga mengkritik kerja sama Amerika dengan Jepang dan Korea Selatan, dengan menyoroti pernyataan bersama trilateral baru-baru ini yang memperingatkan ancaman keamanan siber dari Pyongyang.

Kementerian "mengecam keras dan menolak" Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan karena menggunakan dunia maya sebagai "teater konfrontasi geopolitik dan propaganda permusuhan," ujar seorang juru bicara dalam pernyataan yang disiarkan oleh KCNA.

"Semakin AS bersikukuh dalam tindakan permusuhan yang anakronistis dan jahat terhadap DPRK melalui kolaborasi yang intensif dengan negara-negara satelitnya, semakin besar ketidakpercayaan dan permusuhan yang akan menumpuk antara DPRK dan AS," tambah juru bicara tersebut, menggunakan inisial nama resmi Korea Utara.