Bagikan:

JAKARTA - Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letjen Eyal Zamir mengatakan, pihaknya akan menargetkan ancaman "di semua arena", menyusul pembunuhan pejabat tinggi Houthi dan juru bicara Hamas dalam operasi gabungan IDF dan Shin Bet.

"IDF bertindak ofensif, dengan inisiatif dan keunggulan operasional di semua arena dan setiap saat," kata Letjen Zamir dalam penilaian situasional Komando Utara, yang meninjau intelijen dan membahas rencana operasional untuk kelanjutan kampanye Gaza, menurut pernyataan IDF, dikutip dari The Times of Israel 1 September.

Serangan terhadap juru bicara Hamas Hudayfa Samir Abdallah al-Kahlout, yang lebih dikenal sebagai Abu Obeida, "bergabung dengan serangkaian serangan signifikan IDF di Yaman, Lebanon, Suriah, dan arena lainnya," lanjut Letjen Zamir, mengatakan ini "bukanlah akhir."

"Sebagian besar pemimpin Hamas yang tersisa berada di luar negeri, dan kami juga akan menjangkau mereka," ancamnya memperingatkan.

Sebelumnya, Israel membunuh Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran pada Juli 2024.

Sementara itu, menanggapi upaya IDF yang baru-baru ini membebaskan sandera yang tewas, Idan Shtivi dan Ilan Weiss, Letjen Zamir mengatakan: "Kami melanjutkan upaya dan operasi kami untuk memulangkan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah gugur."

Kepala Staf IDF berterima kasih kepada para prajurit cadangan yang akan bertugas menjelang rencana yang disetujui kabinet keamanan "untuk memperdalam pertempuran melawan Hamas" dengan menaklukkan Kota Gaza pada Bulan Oktober, dengan mengatakan, "Misi ini belum selesai."

Ia juga menjanjikan keamanan bagi warga di wilayah utara, dengan mencatat bahwa beberapa penduduk yang lebih muda akan kembali bersekolah "untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang" besok, dan bahwa Komando Utara "terus menyerang dan menghancurkan ancaman pada tahap awal."