JAKARTA - Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan Jalur Gaza, Palestina saat ini dipenuhi dengan puing, mayat dan contoh pelanggaran hukum internasional.
Sekjen Guterres pada Hari Kamis kembali menyerukan gencatan senjata di Gaza, akses kemanusiaan yang lebih besar, dan pembebasan semua sandera, karena wilayah kantong tersebut menghadapi eskalasi mematikan lainnya.
"Langkah awal Israel untuk mengambil alih Kota Gaza secara militer menandakan fase baru yang berbahaya," ujarnya kepada para wartawan di New York, melansir WAFA 29 Agustus.
"Ratusan ribu warga sipil – yang sudah kelelahan dan trauma – akan terpaksa mengungsi lagi, menjerumuskan keluarga-keluarga ke dalam bahaya yang lebih parah. Ini harus dihentikan," lanjutnya.
Berbicara jelang pertemuan DK PBB mengenai situasi di Haiti, Sekjen Guterres tetapi berhenti sejenak untuk memberi pengarahan kepada para wartawan tentang "tragedi yang sedang terjadi di Gaza", di mana “serangan Israel yang lebih tidak bermoral” telah terjadi.
Insiden tersebut termasuk dua serangan udara di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis awal pekan ini yang menewaskan warga sipil, termasuk tenaga medis dan jurnalis.
Sekretaris Jenderal mengatakan "serangan-serangan ini adalah bagian dari katalog kengerian yang tak berujung" dan menyerukan pertanggungjawaban.
"Gaza dipenuhi puing-puing, dipenuhi mayat, dan dipenuhi contoh-contoh pelanggaran serius hukum internasional," ujar Sekjen Guterres.
Ia menekankan, "tingkat kematian dan kehancuran di Gaza tak tertandingi belakangan ini". Lebih lanjut, ia menambahkan, "kelaparan bukan lagi kemungkinan yang membayangi, ini adalah bencana masa kini."
"Ini adalah fakta di lapangan. Dan ini adalah hasil dari keputusan yang disengaja yang bertentangan dengan hakikat kemanusiaan," ujarnya.
"Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki kewajiban yang jelas," tegasnya.
Ia mengatakan Israel harus memastikan penyediaan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Ini merupakan tambahan dari persetujuan dan fasilitasi akses kemanusiaan yang jauh lebih besar ke Gaza serta perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil.
Sekjen Guterres mengatakan, Mahkamah Internasional (ICJ) telah memberikan langkah-langkah sementara yang mengikat yang harus dilaksanakan secara penuh dan segera.
BACA JUGA:
Ini mencakup kewajiban untuk mengambil semua langkah guna memastikan bantuan kemanusiaan dan medis tanpa hambatan bagi warga Palestina di seluruh Jalur Gaza tanpa penundaan dan dengan kerja sama penuh dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sementara itu, PBB dan mitra-mitranya sedang melakukan segala yang mereka bisa, ujarnya. Hal ini seringkali berisiko tinggi, karena tragisnya 366 personel PBB telah tewas.
"Hari demi hari, upaya kami dihalangi, ditunda, dan ditolak," ujarnya.
"Ini tidak dapat diterima," tandas Sekjen PBB.