Bagikan:

JAKARTA - Liga Muslim Dunia (MWL) mengecam kunjungan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke permukiman ilegal warga Israel di tanah Palestina. MWL menilai kunjungan itu bukti nyata petinggi Israel membiarkan dan sengaja melanggar legitimasi internasional.

Mengutip AN, Selasa 19 Agustus, Sekretaris Jenderal MWL Sheikh Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa mengatakan, Netanyahu mengunjungi permukiman yang nyata ditempati warga Israel secara ilegal bukti Pemerintahan Israel terus menerapkan kebijakan provokasi dan tidak patuh pada legitimasi internasional. 

Ia kembali meneruskan seruan Liga Arab agar masyarakat internasional "segera menyelamatkan rakyat Palestina" dan menghentikan konflik dengan menerapkan solusi dua negara.

Al-Issa mengatakan Liga Arab mendukung dokumen akhir konferensi internasional tingkat tinggi baru-baru ini tentang penyelesaian damai masalah di Palestina, yang diketuai bersama oleh Arab Saudi dan Prancis.

Ia memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan oleh apa yang ia sebut sebagai pemerintah Israel yang ekstremis merupakan ancaman serius bagi stabilitas regional dan global dan tetap menjadi hambatan terbesar untuk mencapai perdamaian abadi.

Sebelumnya, Netanyahu mengunjungi permukiman Ofra di Tepi Barat dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-50 pada 17 Agustus 2025. Permukiman Ofra merupakan kawasan Palestina yang diduduki paksa masyarakat Israel atas dekingan militernya. 

Dalam kunjungannya itu, Netanyahu berjanji untuk mencegah pembentukan negara Palestina.

"untuk memastikan kelanjutan kekuasaan kami di Tanah Israel, untuk mencegah pembentukan negara Palestina ... syukurlah, apa yang saya janjikan — kami tepati," kata Netanyahu dikutip dari Times of Israel.