JAKARTA - Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra atau dikenal dengan Summit Institute for Development (SID) menggelar perayaan 25 Tahun Program SUMMIT yang dirangkaikan dengan peluncuran SMART-MMS, sebuah program inovasi untuk memperkuat pemantauan dan kepatuhan suplementasi mikronutrien bagi ibu hamil di Lombok, Indonesia.
Program SUMMIT (Supplementation with Multiple Micronutrients Intervention Trial) yang dilaksanakan di Lombok pada tahun 2000-2004 merupakan penelitian skala besar yang melibatkan lebih dari 42.000 ibu hamil untuk menilai dampak dari Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) pada peningkatan kelangsungan hidup bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa MMS mampu menurunkan angka kematian bayi sebesar 18%, menurunkan 38 persen angka kematian bayi pada ibu hamil anemia, serta memberikan dampak jangka panjang pada peningkatan kognitif ibu dan anak, berdasarkan hasil dari program SUMMIT 10 tahun (S10Y), sebuah program lanjutan dari SUMMIT.
Anuraj Shankar, sebagai peneliti utama program SUMMIT, menyatakan bahwa program ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai sejauh mana dampak MMS terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, SUMMIT juga bertujuan untuk melihat bagaimana efektivitas MMS dalam konteks programatik, ketika diterapkan secara luas dalam sistem pelayanan kesehatan primer.
Program ini juga menjadi momen penting untuk menunjukkan bagaimana peneliti lokal di Indonesia mampu melaksanakan penelitian berskala besar dengan standar tinggi. Tak kalah penting, SUMMIT turut menilai dampak MMS terhadap peningkatan kognitif ibu dan bayi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengadopsi MMS sebagai program nasional sejak 2024 di 15 provinsi prioritas, satu momentum perubahan kebijakan nasional yang diinisiasi oleh SUMMIT, tantangan dalam pemantauan kepatuhan konsumsi oleh ibu hamil masih ada. Berdasarkan Riskesdas 2018 (Kementerian Kesehatan RI, 2019) menunjukkan hanya 44,2 persen ibu hamil mengkonsumsi minimal 90 tablet TTD selama kehamilan. SMART-MMS hadir untuk menjawab tantangan ini dengan pendekatan tepat sasaran, memanfaatkan teknologi untuk pemantauan konsumsi, pelaporan, dan edukasi berbasis komunitas.
Melalui kolaborasi antara Kemenkes RI, Pemerintah Provinsi NTB, tenaga kesehatan, akademisi, dan mitra internasional, SID memimpin pengembangan SMART-MMS dengan integrasi teknologi digital, pelatihan tenaga kesehatan, serta penguatan sistem data di fasilitas kesehatan dan komunitas.
Keberhasilan pelaksanaan peluncuran SMART MMS dan keberlanjutan program MMS di Indonesia tidak terlepas dari dukungan strategis berbagai mitra, khususnya Sight and Life, sebuah yayasan global yang berfokus pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat di negara berkembang. Dengan dukungan Sight and Life serta mitra pendanaan mereka, Children’s Investment Fund Foundation (CIFF), program SMART MMS mendapatkan penguatan dalam penelitian, inovasi, intervensi berbasis bukti, dan pengembangan strategi edukasi gizi yang tepat sasaran.
Kolaborasi SID dengan Sight and Life serta CIFF menjadi bukti bahwa kerja sama lintas negara dan lintas sektor mampu menciptakan terobosan besar bagi kesehatan ibu dan anak, dengan Lombok menjadi pusat inovasi yang memberi inspirasi bagi dunia.
Grand Launching SMART-MMS menjadi momentum memperkenalkan pendekatan baru berbasis inovasi digital, data real-time, dan edukasi komunitas untuk meningkatkan cakupan dan kepatuhan konsumsi MMS di Indonesia.
dr. Sigit Sulistyo, MPH, General Country Manager Sight and Life untuk Indonesia, dalam sambutannya mengatakan, sebuah pencapaian yang luar biasa dua puluh lima tahun sejak dimulainya studi SUMMIT di Lombok. Diawali dengan sebuah inisiatif ilmiah, tapi saat ini sudah digunakan hasilnya untuk mempengaruhi kebijakan global termasuk tahun lalu (2024) pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengadopsi intervensi MMS sebagai program Nasional.
"Kami meyakini bahwa ilmu pengetahuan dikombinasikan dengan kemitraan dengan turunan mitra lokal itu akan bisa menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Atas nama Sight and Life saya menyampaikan selamat kepada Summit Institute for Development dan seluruh mitra untuk perjalanan yang luar biasa, semoga peluncuran program Smart MMS yang akan kita lakukan hari ini juga berkontribusi seperti studi SUMMIT yang sudah dilakukan tidak hanya untuk tingkat lokal, nasional, tapi juga global," ujarnya, dikutip Jumat, 15 Agustus.
BACA JUGA:
Acara peluncuran berlangsung pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Prime Park Hotel, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Acara diisi dengan paparan tokoh kunci, peluncuran resmi SMART-MMS, dan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berperan penting dalam kesuksesan Program SUMMIT.
Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M. Si, Gubernur Nusa Tenggara Barat, dalam sambutan yang disampaikan melalui video menyampaikan:“Selamat atas penyelenggaraan SMART MMS di NTB, pemerintah Nusa Tenggara Barat tentu saja siap untuk bekerjasama dalam rangka melaksanakan program MMS di NTB dalam rangka melihat kemungkinan MMS dapat diterapkan di NTB secara penuh, semoga kegiatan ini berjalan dengan sukses dan apapun yang dihasilkan di dalam kegiatan ini memberikan manfaat untuk sebanyak mungkin masyarakat khususnya di NTB”
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Pulau Lombok dan mitra pembangunan lainnya yang akan turut menyukseskan program ke depannya.