JAKARTA - Kementerian Pertahanan China menuduh kapal-kapal Penjaga Pantai Filipina melakukan "manuver berbahaya" terkait tabrakan antara dua kapal Tiongkok di dekat Scarborough Shoal di Laut China Selatan yang disengketakan.
“Tindakan kapal-kapal Filipina tersebut sangat membahayakan keselamatan kapal dan personel China,” kata juru bicara kementerian, Jiang Bin, dilansir Reuters, Jumat, 15 Agustus.
Jiang tidak membenarkan atau membantah terjadi tabrakan yang melibatkan dua kapal China pada Senin.
"Kami menuntut agar pihak Filipina segera menghentikan retorika dan tindakannya yang melanggar dan provokatif," kata Jiang.
"Tiongkok berhak mengambil tindakan balasan yang diperlukan,” tegasnya.
Scarborough Shoal menjadi sumber ketegangan utama di perairan yang merupakan jalur strategis bagi perdagangan kapal senilai lebih dari $3 triliun per tahun.
Rekaman dari Penjaga Pantai Filipina menunjukkan kapal penjaga pantai Tiongkok membuntuti kapal PCG sebelum kapal angkatan laut China tiba-tiba memotong jalur kapal Tiongkok lainnya. Terjadi tabrakan antara dua kapal China itu hingga merusak haluan kapal penjaga pantai.
Ini adalah kecelakaan pertama yang diketahui antara kapal-kapal Tiongkok di wilayah tersebut.
Filipina pada Jumat menyatakan tidak bertanggung jawab atas tabrakan tersebut.
"Itu adalah hasil yang disayangkan, tetapi bukan disebabkan oleh tindakan kami," kata Menteri Luar Negeri Manila Theresa Lazaro dalam pernyataan.
BACA JUGA:
Penjaga Pantai Filipina mengerahkan tiga kapal pada Senin untuk mengirimkan pasokan bagi para nelayan Filipina di Scarborough Shoal sebelum tabrakan terjadi.
Konfrontasi tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian insiden di tengah meningkatnya ketegangan antara Manila dan Beijing terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan.
Putusan pengadilan arbitrase internasional tahun 2016 membatalkan klaim Beijing yang luas di wilayah tersebut, dengan mengatakan klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional. Hal ini ditolak China.