JAKARTA - Israel mengatakan tidak akan mengizinkan implementasi solusi dua negara dan menolak rencana pengakuan Negara Palestina oleh sekutu Barat yang belakangan kian gencar disuarakan.
Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar bersumpah Israel "tidak akan mengizinkan" penerapan solusi dua negara, mendesak negara-negara yang ingin melihat negara Palestina didirikan untuk "melakukannya di wilayah mereka sendiri."
"Negara Palestina di jantung tanah Israel memang akan menjadi solusi, solusi bagi mereka yang ingin menghancurkan kami. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Sa'ar dalam pengarahan di Yerusalem kepada jurnalis asing menurut pernyataan kantornya, melansir The Times of Israel 13 Agustus.
"Jika negara-negara besar seperti Prancis dan Kanada ingin mendirikan negara Palestina di wilayah mereka sendiri, mereka bisa, mereka punya banyak ruang. Tetapi di sini, di tanah Israel, itu tidak akan terjadi," tegasnya.
Pernyataannya merujuk pada beberapa sekutu Barat, termasuk Paris dan Ottawa, yang baru-baru ini mengonfirmasi atau melayangkan rencana untuk mengakui negara Palestina bulan depan, sebagian sebagai cara untuk menekan Israel agar menyetujui gencatan senjata dengan Hamas, memperbaiki kondisi kemanusiaan di Gaza, dan berupaya mencapai kerangka perdamaian jangka panjang.
"Pendirian negara Palestina di dalam garis 1967, dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur — tidak jauh dari sini — akan menempatkan pusat-pusat populasi Israel dalam bahaya besar dan mendorong Israel kembali ke perbatasan yang tak terlindungi," kata Sa’ar dalam pertemuan tersebut, mengklaim "langkah seperti itu akan menjadi bunuh diri."
Presiden Prancis Emmanuel Macron beberapa waktu mengumumkan rencana negaranya mengakui Negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB Bulan September mendatang. Ini menjadikannya negara G7 (Kelompok 7) pertama yang mengumumkan hal tersebut, seperti dilansir dari ABC.
Menyusul kemudian Inggris dan Kanada yang juga berencana mengakui Negara Palestina. Belakangan, sejumlah negara juga menyatakan niat yang sama, termasuk member Uni Eropa seperti Portugal hingga Malta. Total 147 dari 193 negara anggota PBB kini sudah mengakui atau segera mengakui Negara Palestina.
Terbaru, Perdana Menteri Anthony Albanese pada Hari Senin mengumumkan Australia akan mengakui Negara Palestina, juga pada September mendatang.
BACA JUGA:
Dikutip dari CNN, sejumlah negara Eropa dan Karibia tahun lalu sudah terlebih dahulu mengakui Negara Palestina, termasuk Spanyol, Norwegia, Slovenia, Irlandia hingga Trinidad and Tobago, setelah hanya Meksiko yang mengumumkan pengakuan Negara Palestina pada tahun 2023.
Rencana pengakuan ini seiring dengan kian memprihatinkannya situasi kemanusiaan di Jalur gaza, di mana korban tewas akibat serangan Israel serta kelaparan dan malnutrisi terus meningkat.
Sumber medis di Gaza mengonfirmasi pada Hari Rabu, korban tewas Palestina sejak konflik pecah 7 Oktober 2023 telah mencapai 61.722 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan, sementara korban luka-luka telah mencapai 154.525 orang, dikutip dari WAFA.