Bagikan:

JAKARTA - Situasi yang terjadi di Jalur Gaza sudah melewati batas kemanusiaan, dan Indonesia siap berpartisipasi dalam misi kemanusiaan hingga pengiriman pasukan perdamaian.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Philips J. Vermonte mengatakan, situasi yang terjadi di Gaza hari ini menurutnya sudah sampai titik di mana "apa yang bisa kita berikan, paling tidak dari sisi kemanusiaan"

Philips mengatakan, Indonesia siap memberikan dukungan kemanusiaan, melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan lewat udara (airdrop) termasuk dengan rencana pengobatan warga Gaza di Pulau Galang.

"Tentu saja (pengobatan warga Gaza di Pulau Galang) memerlukan persertujuan dari pihak-pihak yang di kawasan, sehingga memastikan ini akan dibantu dan dipastikan haknya untuk kembali ke Gaza, itu poinnya," jelas Philips kepada wartawan di sela-sela diskusi yang digelar Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Rabu 13 Agustus.

"Menurut saya, titik kulminasinya sudah melewati batas humanitarian apa yang terjadi di Gaza," katanya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono juga mengatakan, kesediaan Indonesia untuk mengobati dan merawat warga Gaza, utamanya anak-anak, wanita dan orang tua sudah disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke sejumlah negara.

"Dengan catatan, semua pihak setuju. Prosesnya masih berjalan," jelas Menlu RI pekan lalu.

"Kita bersedia merawat sampai 1.000 anak-anak atau korban terluka yang membutuhkan perawatan medis. Tentu saja dengan persetujuan seluruh pihak terkait, negara tetangga, Yordania, Mesir, serta tentunya Otoritas Palestina," ungkap Menlu RI.

Ditanya mengenai pengiriman pasukan perdamaian di bawah PBB untuk misi di Jalur Gaza, Philips mengatakan belum mendapatkan informasi apakah Presiden Prabowo sudah melakukan kontak dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Prabowo diketahui sudah menyampaikan kesiapan Indonesia berpartisipasi dalam misi pasukan perdamain di Gaza.

Dikutip dari Reuters, Presiden Macron pada Hari Senin mengusulkan untuk mengerahkan koalisi internasional di bawah mandat PBB untuk menstabilkan Jalur Gaza, melindungi warga sipil dan bekerja mendukung pemerintahan Palestina, di tengah rencana PM Israel Benjamin Netanyahu menggelar operasi untuk menguasai Jalur Gaza secara militer. Presiden Macron mengatakan telah meminta timnya untuk segera mengerjakan dengan mitra-mitra Prancis.

"Pak Prabowo sudah menyatakan kita siap kalau memang diperlukan dan diminta untuk membantu misi-misi semacam itu," kata Philips.

Untuk diketahui, korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 61.599 orang menurut Kementerian Kesehatan pada Hari Selasa, seperti melansir Anadolu, sementara korban luka-luka bertambah menjadi 154.088 orang.

Jumlah itu termasuk 1.838 orang yang tewas dan 13.409 lainnya luka-luka saat mencoba memperoleh bantuan kemanusiaan sejak 27 Mei.

Laporan kementerian juga menyebutkan korban tewas akibat kelaparan dan malnutrisi telah mencapai 227 orang, termasuk 103 di antaranya anak-anak.