Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam menjalankan misi pengiriman 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Sebab menurutnya, situasi politik di kawasan Timur Tengah masih sangat tidak kondusif serta berpotensi menimbulkan risiko besar bagi Indonesia.

Ia juga meminta Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan aspek geopolitik, kemanusiaan, serta keamanan nasional sebelum memutuskan pengiriman pasukan.

“Presiden harus benar-benar berhati-hati. Kita semua ingin perdamaian, tetapi jangan sampai langkah yang diambil justru menimbulkan kerumitan baru atau dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingannya,” ujar Oleh Soleh kepada wartawan, Sabtu, 22 November.

Anggota komisi yang membidangi pertahanan dan luar negeri itu pun menyoroti pernyataan Israel yang sebelumnya mengindikasikan akan “memilih” negara mana yang boleh bergabung dalam International Stabilisation Force (ISF). Oleh Soleh menilai, hal tersebut justru menunjukkan adanya potensi intervensi sepihak dari negara penjajah.

“Sebagai negara penjajah, Israel seharusnya tidak boleh ikut campur apalagi menentukan negara mana yang bisa bergabung dalam ISF. Ini sangat janggal. Justru selama ini Israel adalah biang masalah di Gaza. Aneh ketika negara penjajah malah dilibatkan dalam pasukan perdamaian,” kata Oleh Soleh.

Menurut Oleh, Israel bisa saja memanfaatkan pembentukan ISF untuk kepentingan politik dan militernya, termasuk untuk menekan atau bahkan memberangus kelompok-kelompok pejuang di Gaza.

“Ada kekhawatiran besar bahwa pasukan ISF nantinya dijadikan instrumen untuk menekan pejuang Gaza. Hamas dan kelompok perlawanan Palestina sendiri sudah secara jelas menolak keberadaan pasukan asing di wilayah itu,” kata Politisi PKB itu.

"Jadi, pasukan perdamaian dalam kondisi rawan dan berpotensi berkonfrontasi dengan para pejuang Palestina. Jika hal itu terjadi, maka bukan perdamaian yang tercipta, tapi konflik baru di Gaza," sambungnya.

Karenanya, Oleh Soleh menegaskan, komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional harus tetap mengedepankan prinsip kedaulatan dan kemanusiaan.

"Sarta ketegasan terhadap segala bentuk penjajahan," pungkasnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia siap mengirim puluhan ribu pasukan perdamaian ke Gaza sebagai bagian dari mandat PBB, sekaligus mendukung perjanjian perdamaian yang disahkan di KTT Sharm el-Sheikh.

Meski begitu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Setjen Kemhan), Kolonel TNI Arm Rico Ricardo Sirait menyebut, pengiriman pasukan untuk misi perdamaian ke Gaza masih menunggu instruksi dari Presiden Prabowo.

“Namun, seluruh keputusan tetap berada pada arahan Presiden,” katanya saat dikonfirmasi.

Sambil menunggu keputusan Prabowo, menurut Rico, pemerintah kini fokus pada penyiapan internal di Kemhan dan TNI. TNI telah menyiapkan kekuatan kesehatan, konstruksi, dan logistik, sambil menunggu mandat final DK PBB.