Bagikan:

JAKARTA - Jepang tidak berencana mengakui negara Palestina pada sidang umum PBB bulan ini. Menteri Luar Negeri Takeshi Iwaya mengatakan bagi Tokyo—yang mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina—masalahnya bukan apakah akan mengakui negara Palestina, tetapi kapan akan mengakuinya.

"Saya menyadari suara-suara yang menyerukan pengakuan sebagai sebuah negara semakin lantang di komunitas internasional dan juga di Jepang," kata Iwaya dalam konferensi pers dilansir Reuters, Jumat, 19 September.

"Namun, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengkaji secara mendalam apa yang benar-benar akan mengarah pada solusi dua negara dan melakukan upaya diplomatik ke arah itu,” sambungnya.

Sejumlah sekutu AS sedang bersiap untuk mengakui negara Palestina saat para pemimpin dunia bertemu di Sidang Umum PBB di New York minggu depan dengan harapan dapat menekan Israel agar mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza dan mengupayakan perdamaian jangka panjang.

Iwaya mengatakan Jepang tidak menoleransi tindakan sepihak Israel seperti perluasan operasi militernya di Gaza, dan bahwa Jepang akan merespons jika Israel mengambil langkah lebih lanjut yang akan menutup jalan bagi terwujudnya solusi dua negara.

Ketika ditanya apakah tanggapan Jepang akan mencakup sanksi terhadap menteri Israel atas konflik di Gaza, Iwaya mengatakan pemerintah tidak akan mengecualikan opsi apa pun, termasuk pengakuan negara Palestina, dalam mempertimbangkan langkah potensialnya.