JAKARTA - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan, kelompok kerja sama ekonomi BRICS tidak menanggapi ancaman dan tidak mengarahkan kegiatan mereka melawan negara lain.
Menanggapi pertanyaan TASS mengenai sikap aliansi tersebut terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tarif, juru bicara tersebut menekankan: "BRICS tidak menanggapi ancaman. BRICS tidak pernah mengarahkan kegiatannya melawan negara mana pun. Itu bukan tujuan BRICS," dilansir dari TASS 1 Agustus.
Menurut Peskov, BRICS dibentuk dan dikembangkan agar negara-negara dapat bekerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama demi keuntungan bersama.
"Itulah tujuan BRICS, bukan untuk menentang siapa pun," tegas Peskov.
Presiden Donald Trump mengatakan Ia yakin kelompok kerja sama BRICS berusaha melawan Amerika Serikat dan ingin merusak status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.
Presiden Donald Trump mengatakan Ia yakin kelompok kerja sama BRICS berusaha melawan Amerika Serikat dan ingin merusak status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.
Berbicara tentang BRICS, Presiden Trump juga mengatakan, "Ini adalah serangan terhadap dolar, dan kami tidak akan membiarkan siapa pun menyerang dolar."
Sebelumnya, Presiden Trump pada 8 Juli mengancam untuk mengenakan tarif tambahan kepada anggota BRICS sebesar 10 persen.
BACA JUGA:
Ia mengatakan para anggota kelompok kerja sama ekonomi tersebut ingin merugikan dolar AS dan menghentikannya menjadi standar. Presiden Trump kemudian juga memperingatkan, Washington tidak akan membiarkan dolar AS kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan dunia.