Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar memerintahkan agar visa seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jonathan Whittall tidak diperpanjang, ungkap seorang pejabat Israel.

Wittall diketahui menduduki jabatan Kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) di Jalur Gaza, Palestina

"Akibat perilaku bias terhadap Israel," Menlu Sa’ar "memerintahkan penghentian aktivitas Whittall, dan izin tinggalnya tidak akan diperpanjang," menurut pejabat tersebut kepada The Times of Israel, seperti dilansir 21 Juli.

Whittall, yang tinggal di Yerusalem dan membagi waktunya antara Yerusalem dan Gaza, akan mengakhiri jabatannya dan meninggalkan Israel "dalam waktu dekat," kata pejabat tersebut.

Pejabat tersebut merujuk pada pernyataan Whittall kepada wartawan bulan lalu, ketika ia mengatakan kondisi di dekat lokasi distribusi bantuan di Gaza "diciptakan untuk membunuh," dan bahwa "apa yang kita saksikan [di Gaza] adalah pembantaian. Ini adalah kelaparan yang dipersenjatai. Ini adalah pengungsian paksa. Dan ini adalah hukuman mati bagi orang-orang yang hanya berusaha bertahan hidup."

Pekan lalu, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengonfirmasi visa untuk tiga pemimpin badan PBB yang bekerja di Gaza; OCHA, badan hak asasi manusia OHCHR dan UNRWA belum diperpanjang dalam beberapa bulan terakhir.

"Visa tidak diperpanjang atau dikurangi durasinya oleh Israel, secara eksplisit sebagai tanggapan atas pekerjaan kami dalam perlindungan warga sipil," ujar Tom Fletcher, kepala urusan kemanusiaan PBB, kepada PBB pekan lalu dalam pertemuan Dewan Keamanan.

Fletcher sendiri menggambarkan kondisi di Gaza "di luar kosakata," dan mengatakan warga Palestina ditembak saat mencoba mendapatkan makanan.

Terpisah, misi PBB Israel menanggapi mereka "sedang menyelidiki masalah ini" dan mengkritik badan-badan PBB seperti OCHA dan UNRWA karena mengabaikan netralitas, dengan alasan dugaan bias dan hubungan dengan Hamas.