JAKARTA - Serangan udara Israel di Damaskus menghambat upaya Suriah untuk menemukan dan menghancurkan senjata kimia yang disimpan selama pemerintahan Bashar al-Assad yang digulingkan.
Kunjungan yang direncanakan oleh inspektur dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah ditunda, kata penasihat pemerintah Ibrahim Olabi.
OPCW akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Selasa minggu depan untuk membahas situasi dan dampak serangan Israel, kata Olabi, penasihat hukum Kementerian Luar Negeri Suriah yang bertugas menangani berkas senjata kimia.
Israel melancarkan serangan udara dahsyat di Damaskus pada Rabu, meledakkan sebagian gedung Kementerian Pertahanan dan menghantam dekat istana presiden, mengambil tindakan yang diklaimnya untuk melindungi minoritas Druze di Suriah selatan.
Kementerian Pertahanan Suriah menyediakan infrastruktur kelembagaan yang dibutuhkan untuk mengatur dan mengamankan kunjungan para inspektur OPCW, kata Olabi.
BACA JUGA:
Sejak Maret, para inspektur telah beberapa kali mengunjungi lokasi produksi dan penyimpanan senjata kimia yang sebelumnya tidak terlihat untuk mempersiapkan tugas menghancurkan sisa-sisa persediaan ilegal Assad.
Pemerintah sementara Suriah telah berjanji untuk membersihkan diri dari senjata kimia.
OPCW, badan berbasis perjanjian di Den Haag dengan 193 negara anggota, bertugas melaksanakan Konvensi Senjata Kimia 1997.