Bagikan:

JAKARTA - Setelah terpilih, Perdana Menteri Ukraina yang baru dilantik, Yulia Svyrydenko, langsung tancap gas memastikan pemerintahannya akan meluncurkan audit penuh atas keuangan publik untuk mencapai "penghematan nyata”. Privatisasi skala besar harus dipercepat.

Dilansir Reuters, Kamis, 17 Juli, Svyrydenko yang telah dipilih oleh parlemen mengatakan di X prioritasnya dalam jabatan tersebut adalah memastikan pasokan yang andal bagi tentara dan memperluas produksi senjata dalam negeri.

Parlemen Ukraina pada Kamis memilih Yulia Svyrydenko sebagai perdana menteri baru negara itu.

Menurut beberapa anggota parlemen, 262 anggota memilih Svyrydenko, mayoritas yang cukup besar di parlemen yang beranggotakan 450 orang. Parlemen Ukraina tidak menyiarkan sidang-sidangnya di masa perang.

Pengangkatannya didukung oleh Presiden Volodymyr Zelenskiy sebagai bagian dari perombakan pemerintahan terbesarnya sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022.

Svyrydenko (39) menjabat sebagai menteri ekonomi dan salah satu wakil perdana menteri Ukraina sejak November 2021.

Foto tabel pemungutan suara elektronik di ruang sidang yang diunggah oleh anggota parlemen lainnya, Yaroslav Zheleznyak, menunjukkan 22 suara menentang pengangkatannya dan 26 abstain.

Dilansir Reuters, Kamis, 17 Juli, parlemen juga diperkirakan akan melakukan pemungutan suara melalui penunjukan Perdana Menteri Denys Shmyhal yang akan berakhir masa jabatannya, yang telah menjabat selama lebih dari lima tahun, sebagai menteri pertahanan.

Zelenskyy mengatakan ia ingin kabinetnya yang telah dirombak berfokus pada deregulasi, perluasan kerja sama ekonomi dengan sekutu, dan hukuman yang lebih berat bagi mereka yang mengancam status kenegaraan Ukraina dan "mencuri potensi Ukraina."