Bagikan:

JAKARTA - NATO berpotensi besar melakukan serangan ke Transnistria, negara di Eropa timur. Jika terjadi, perundingan perdamaian antara Transnistria dengan Moldova bisa pupus di tengah jalan. 

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Tertinggi Transnistria, Andrey Safonov, menanggapi Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) yang menyebutkan NATO bersama militer Rumania sedang mempersiapkan serangan ke Transnistria.

"Intelijen Rusia telah mengungkap rencana NATO di mana Rumania diduga juga berupaya mengklaim Odessa, Nikolaev, dan Bessarabia Selatan. Pertanyaannya hanya satu: apakah mereka punya rencana untuk menyerang Transnistria? Kemungkinan besar memang begitu," kata Safonov melalui akun Facebooknya, Rabu 16 Juli, dikutip dari TASS. 

"Akankah rencana itu diluncurkan? Belum tentu – tetapi bukan karena 'kebaikan' 'sahabat setia' kita, melainkan karena mereka punya rencana lain untuk Transnistria: mengepungnya dan memaksanya menyerah. Tak akan ada hasil dari ini karena kita tidak sendirian," sambung Safonov

Isu ini berkembang juga berdasarkan laporan media tentang adanya pengerahan penasihat militer Rumania dan Prancis menuju Moldova.

"Ini baru personel militer, belum lagi pasukan pengintai dan berbagai pasukan khusus – pasukan NATO, Prancis dan Inggris. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua ini membuka jalan bagi masuknya kontingen Barat dan Rumania ke Moldova, terutama mengingat kemungkinan invasi pasukan Inggris dan Prancis ke Ukraina selatan untuk merebut Odessa, Nikolaev, dan sebagainya," ujar Safonov. 

Ia menekankan, pengerahan pasukan NATO termasuk Rumania ke Moldova akan membuat dialog perdamaian antara Transnistria dengan Moldova runtuh.

"Masuknya pasukan Rumania dan NATO ke Moldova akan mengakhiri negosiasi apa pun untuk menyelesaikan konflik Moldova-Transnistria, karena secara de facto akan berarti perang antara NATO dan Rusia, yang pasukannya ditempatkan di tanah Transnistria. Biarkan bekas Republik Soviet Moldova tetap menjadi wilayah damai. Keterlibatan militer hanya akan membawa duka bagi semua orang," tegasnya.