JAKARTA - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengungkapkan tingkat malnutrisi anak-anak di Jalur Gaza telah berlipat ganda sejak Israel mengendalikan masuknya bantuan kemanusiaan pada Maret 2025.
Mengutip AP, Rabu 16 Juli, pejabat kesehatan di Gaza pada hari ini mengatakan, kelaparan telah meningkat di antara lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza.
Israel membatalkan gencatan senjata pada Maret 2025 sekaligus melarang semua makanan dan pasokan bantuan kemanusiaan lainnya memasuki Gaza. Israel berdalih, hal itu bertujuan untuk menekan Hamas agar membebaskan para sandera.
Baru pada akhir Mei 2025, Israel sedikit melonggarkan blokade bantuan kemanusiaan masuk Gaza.
UNRWA, badan PBB utama yang merawat warga Palestina di Gaza, mengatakan telah memeriksa hampir 16.000 anak di bawah usia 5 tahun di kliniknya pada Juni 2025.
Menurut UNRWA, 10,2 persen di antaranya mengalami malnutrisi akut. Angka itu naik dari data UNRWA bulan Maret, yakni 5,5 persen dari hampir 15.000 anak yang diperiksanya mengalami malnutrisi.
UNICEF, yang melakukan skrining anak-anak secara terpisah dari UNRWA, juga melaporkan peningkatan kasus malnutrisi yang signifikan di Gaza.
UNICEF menyatakan minggu ini bahwa kliniknya telah mendokumentasikan 5.870 kasus malnutrisi pada anak-anak di bulan Juni, peningkatan kasus selama empat bulan berturut-turut dan lebih dari dua kali lipat dari sekitar 2.000 kasus yang didokumentasikan pada Februari 2025.