JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo membantah terlibat di balik pembuatan ijazah milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui, muncul keraguan mengenai keabsahan ijazah Jokowi. Meski, berdasarkan hasil uji laboratorium forensik yang dilakukan Bareskrim Polri menyatakan dokumen tersebut identik.
“Sama sekali demi Allah saya tidak tahu menahu. Saya istilahnya sumpah matipun saya tidak pernah tahu menahu ijazah yang dituduhkan terhadap Jokowi itu,” ujar Paiman Raharjo dalam keterangannya dikutip Senin, 30 Juni.
Menurutnya, apa yang dituduhkan terhadapnya yakni sebagai otak balik pembuatan ijazah Jokowi merupakan fitnah yang keji. Sebab, tak ada bukti yang mendasarinya.
“Terkait isu yang mengaitkan saya, Mantan Wakil Menteri desa menjadi otak pembuatan ijazah Jokowi itu sangat tidak benar dan itu fitnah yang sangat keji,” sebutnya.
Terlebih, ijazah Joko Widodo sudah terbukti kebenarannya. Pengujian terhadap Ijazah Jokowi itu dilakukan di laboratorium bareskrim.
“Ijazah Jokowi ini sudah jelas terang benderang bahwa UGM mengakui bahwa pak Jokowi kuliah, Jokowi sekolah, Jokowi lulus dan teman-temannya juga ada, foto wisuda juga ada,” tegasnya.
“Kemudian juga setelah diuji lab bareskrim dinyatakan ijazah Jokowi itu asli. Jadi sebenarnya isu isu ijazah Jokowi ini adalah rekayasa yang penuh kebohongan bahkan sekarang mengaitkan nama saya,” sambung Paiman.
Tudingan dan fitnah itupun dijadikansebagai cobaan hidupnya. Sehingga, diharapkan Tuhan segera memberikan keadilan untuknya.
“Jadi saya kira biarlah, saya juga sudah biasa difitnah-fitnah,” ungkap Paiman.
“Saya kira biarkan saja saya difitnah seperti ini. Saya yakin suatu saat saya akan mendapatkan keadilan dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa,” sambungnya.
Meskipun menerima dengan lapang dada fitnah sebagai otak pembuatan ijazah Jokowi itu, namun perasaan kecewa tetap dirasakan Paiman Raharjo. Dia mengaku kecewa dengan Roy Suryo yang kini justru mengaitkan namanya.
“Hanya saja saya sangat kecewa dengan mas Roy Suryo,” katanya.
Menurut Paiman Raharjo awalnya dia hanya memberikan saran terhadap Roy Suryo. Dia menyebut sudah melihat secara langsung ijazah Jokowi yang juga diakui Universitas Gadjah Mada.
“Saya ini sebagai sahabat, awal-awal saya hanya sebagai memberikan WhatsApp saran, saya sudah melihat ijazah pak Jokowi langsung, lalu pernyataan dari UGM. Nah itu saya jadikan saran ‘mas sudahlah saya sudah melihat sendiri’ intinya itu. Jadi tidak ada saya mengintimidasi apa-apa, hanya niatan baik sebagai teman,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Paiman Raharjo pun mengakui memang dirinya sempat membuka usaha jasa pengetikan di Pasar Pramuka Pojok. Hanya saja, usaha tersebut hanya berjalan di 1997 hingga 2002.
“Memang dulu saya pernah usaha di Pasar Pramuka pojok usaha pengetikan di samping saya sebagai tukang sapu. Saya buka jasa pengetikan 1997-2002 memang di situ saya punya beberapa kios, di depan ada dan di belakang ada,” terangnya.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Paiman
Raharjo menjual kiosnya untuk membuka usaha lain. Paiman Raharjo bersumpah sejak 2002 lalu dirinya tak pernah lagi mendirikan usaha di Pasar Pramuka Pojok.
“Kemudian karena saya butuh modal usaha baru maka kios yang di depan saya jual dan saya pindah di belakang,” katanya.
“Jadi saya memang betul bahkan berani sumpah kalau saya memang usaha di pasar Pramuka pojok itu hanya dari tahun 1997-2002 setelah itu saya tidak pernah menginjakkan ke Pasar Pramuka Pojok lagi,” tegasnya.
Paiman Raharjo juga menegaskan pada 2017 lalu dirinya sudah tak membuka usaha di Matraman. Saat itu dia sudah menjabat sebagai PJ Rektor sehingga tak memiliki kesempatan untuk membangun usaha di Matraman.
“Setelah di Matraman saya usaha Restoran Padang,” imbuhnya.
Penjabaran mengenai perjalan profesinya itu pun seolah menjadi bukti bahwa Paiman Raharjo tak ada kaitan mengenai pembuatan ijazah Jokowi. Dia pun kini menyerahkan tuduhan masyarakat kepada Tuhan.
“Jadi kalau sekarang saya kembalikan sejarah diri saya, biarkan Allah yang akan melihatkan kebenarannya,” katanya.
“Tapi saya katakan demi Allah saya tidak pernah tahu menahu apalagi saya mencetak ijazah Pak Jokowi karena ijazah Pak Jokowi itu sudah dinyatakan asli jadi saya kira biar saja saya saat ini jadi bulan-bulanan. Ini merupakan cobaan bagi saya. Saya kira itu,” tuturnya.