JAKARTA - Pengadilan Distrik Yerusalem membatalkan sidang kasus korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu minggu ini.
Pengadilan menerima permintaan pemimpin Israel tersebut dengan alasan diplomatik dan keamanan yang dirahasiakan.
Pembatalan sidang yang seharusnya digelar hari ini, Senin, 30 Juni, terjadi cuma beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump membela Netanyahu ‘habis-habisan’
Trump menyebut persidangan tersebut dapat mengganggu kemampuan Netanyahu untuk bergabung dalam negosiasi dengan kelompok militan Palestina Hamas dan Iran.
Putusan pengadilan yang dilihat oleh Reuters, mengatakan alasan-alasan baru yang diberikan oleh Netanyahu, kepala badan mata-mata Israel Mossad, dan kepala intelijen militer membenarkan penundaan sidang tersebut.
Netanyahu didakwa pada tahun 2019 atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan - yang semuanya dibantahnya.
Dia menganggap persidangan terhadapnya sebagai perburuan penyihir sayap kiri yang diatur untuk menggulingkan pemimpin sayap kanan yang dipilih secara demokratis.
Sebelumnya pada Jumat, 27 Juni, pengadilan menolak permintaan Netanyahu untuk menunda kesaksiannya selama dua minggu ke depan karena masalah diplomatik dan keamanan menyusul konflik 12 hari antara Israel dan Iran, yang berakhir Selasa lalu.
Netanyahu pun dijadwalkan hadir pada Senin, 30 Juni untuk pemeriksaan silang.
BACA JUGA:
"Sungguh GILA melakukan apa yang dilakukan jaksa penuntut yang tidak terkendali terhadap Bibi Netanyahu," kata Trump dalam postingan Truth Social merespons sidang Netanyahu.
Ia mengatakan Washington, yang telah memberikan bantuan bernilai miliaran dolar kepada Israel, tidak akan "menoleransi ini".
Seorang juru bicara kejaksaan Israel menolak mengomentari postingan Trump.
Sementara Netanyahu di X me-retweet posting Trump memberikan pernyataan: "Terima kasih sekali lagi, @realDonaldTrump. Bersama-sama, kita akan membuat Timur Tengah Hebat Lagi!"
Trump mengatakan Netanyahu "saat ini" sedang merundingkan kesepakatan dengan Hamas, meskipun tidak ada pemimpin yang memberikan rincian, dan pejabat dari kedua belah pihak telah menyuarakan skeptisisme atas prospek gencatan senjata segera.
Pada Jumat, presiden dari Partai Republik itu mengatakan kepada wartawan ia yakin gencatan senjata sudah dekat.
Upaya untuk menyelesaikan konflik Gaza telah meningkat setelah pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS dan Israel.