JAKARTA - Rusia siap memperluas pasokan gandum hingga minyak dan gas alam ke Indonesia, saat kedua negara menyepakati kemitraan strategis usai pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin dalam Kunjungan Kenegaraan di Istana Constantine, St. Petersburg, Hari Kamis.
Berbicara dalam keterangan pers bersama kedua pemimpin, Presiden Putin mengatakan mereka akan memperluas pasokan gandum Rusia ke Indonesia, sebaliknya, memperluas pasokan pertanian Indonesia ke Rusia.
"Kami bersedia menambah pasokan minyak dan gas alam cair ke pasar indonesia," kata Presiden Putin, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 19 Juni.
Lebih jauh Ia mengatakan, perusahaan Rusia, Rosneft dan Pertamina melaksanakan proyek bersama membangun kilang minyak dan petrokimia di Jawa Timur.
"Kami bersedia ikut serta dalam proyek baru di lepas pantai Indonesia dan juga memodernisasi infrastruktur supaya mendongkrak produksi minyak dari ladang (minyak) tua," kata Presiden Putin.
April lalu, Indonesia dan Rusia menandatangani MoU di bidang sertifikasi halal yang membuka peluang baru untuk ekspor produk peternakan ke Indonesia, kata Presiden Putin.
"Kunjungan ini akan memfasilitasi kerja sama strategis kedua negara dan akan bermanfaat untuk kesejahteraan bangsa kita," harap Presiden Putin.
Sementara itu, Presiden Prabowo mengatakan pertemuan hari ini dengan Presiden Putin berlangsung intens, hangat dan produktif.
"Di semua bidang, ekonomi, kerja sama teknis, perdagangan, investasi, pertanian semua telah mengalami peningkatan yang berarti," kata Presiden Prabowo.
BACA JUGA:
Diketahui, Presiden Prabowo tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke St. Petersburg, Rusia. Selain pertemuan bilateral dengan Presiden Putin, Presiden Prabowo sebelumnya melakukan ziarah dan peletakan karangan bunga di Piskarovskoye Memorial Cemetery, St. Petersburg.
Besok, Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato dalam sesi pembukaan dan pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025 bersama Presiden Putin.