Bagikan:

JAKARTA - Rusia tidak akan meninggalkan proyek PLTN Bushehr Iran, dengan Israel memberikan jaminan keamanan bagi spesialis Moskow, saat Teheran dan Tel Aviv saling serang sejak pekan lalu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Israel telah berjanji untuk menjamin keamanan para spesialis Rusia yang bekerja di PLTN Bushehr.

"Kemarin, (Presiden Rusia Vladimir) Putin mengatakan ada kesepahaman dengan Israel, para ahli kami yang bekerja di (pembangkit) Bushehr tidak akan berada dalam bahaya atau menghadapi ancaman serangan," kata Peskov kepada RBC dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Internasional (SPIEF) 2025 di St. Petersburg, melansir TASS 19 Juni.

Sebelumnya, Presiden Putin mengatakan, Israel telah memberi jaminan kepada Moskow, spesialis Rusia yang membantu membangun dua reaktor lagi di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran tidak akan terluka dalam serangan udara, dikutip dari Reuters.

Israel melancarkan serangan udara dalam operasi "Raising Lion" yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran pada Jumat dinihari pekan lalu.

Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi, serangan pada Hari Jumat lantaran memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat beberapa bom dalam beberapa hari, sehingga perlu bertindak, dikutip dari The Times of Israel.

keamanan pltn bushehr
Rudal pertahanan dekat PLTN Busher Iran. (Wikimedia Commons/Fars Media Corporation)

Israel diketahui menargetkan tiga fasilitas nuklir kunci Iran di Natanz, Isfahan dan Fordow, serta sejumlah ilmuwan yang terkait riset dan pengembangan nuklir Iran, seperti melansir CNN.

Teheran sendiri mengatakan berhak atas tenaga nuklir yang damai, membantah tengah mengembangkan senjata nuklir. Tetapi, program pengayaan uraniumnya yang berkembang pesat telah menimbulkan kekhawatiran di Barat dan di seluruh Teluk, negara itu ingin mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Putin mengatakan, Rusia tidak berniat meninggalkan proyek pembangunan PLTN Bushehr di Iran.

"Saya sudah katakan, spesialis kami bekerja di Bushehr. Jumlah total mereka mungkin mencapai 600 (orang). Kami tidak akan meninggalkannya," kata Presiden Putin.

Pembangunan PLTN di dekat Kota Bushehr di Iran selatan diluncurkan pada tahun 1975 oleh perusahaan Jerman Barat, tetapi dihentikan pada tahun 1979 setelah Revolusi Iran meletus.

Rusia dan Iran kemudian menandatangani perjanjian untuk melanjutkan pembangunan PLTN tersebut pada tanggal 25 Agustus 1992.

Pada Bulan September 2011, unit daya pertama terhubung ke jaringan listrik, dan secara resmi diserahkan kepada Iran pada Bulan September 2013.

Selang setahun kemudian, kontrak pembangunan tahap kedua PLTN - unit daya VVER-1000 kedua dan ketiga ditandatangani pada Bulan November 2014.

Biaya pembangunannya sekitar 10 miliar dolar AS. Upacara peletakan batu pertama berlangsung pada September 2016, dan pembangunan dimulai pada 10 November 2019. Unit daya kedua dan ketiga diharapkan akan mulai beroperasi masing-masing pada tahun 2025 dan 2027.

Saat ini, Teheran tengah membangun dua PLTN lagi, PLTN Sirik berkapasitas 5.000 MW di Provinsi Hormozgan dan PLTN Karun berkapasitas 300 MW di Provinsi Khuzestan.