JAKARTA - Pejabat militer Israel meluruskan kabar pihaknya menyerang fasilitas nuklir Bushehr di Iran. Militer hanya menyerang fasilitas nuklir Natanz, Isfahan dan Arak.
Dilansir Reuters, pejabat itu mengatakan "merupakan suatu kesalahan" bagi seorang juru bicara militer untuk mengatakan Israel telah menyerang situs nuklir Bushehr.
Ketika didesak lebih lanjut tentang Bushehr, pejabat itu mengatakan tidak dapat mengonfirmasi atau membantah Israel telah menyerang lokasi tersebut, tempat Iran memiliki reaktor.
BACA JUGA:
Bushehr adalah satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Iran yang beroperasi di Gulf Coast dengan menggunakan bahan bakar Rusia.
Konsekuensi potensial dari serangan terhadap pabrik tersebut -- mencemari udara dan air -- telah lama menjadi perhatian di negara-negara Teluk.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, kontaminasi tersebut adalah kasus terburuk yang kini tengah dipersiapkan oleh negara-negara Teluk.
Sumber tersebut menyatakan negara-negara Teluk, bekerja sama dengan pengawas nuklir PBB, telah menyiapkan rencana darurat untuk setiap serangan terhadap pabrik nuklir mana pun di wilayah tersebut.
Kedutaan Besar Rusia di Iran mengatakan Bushehr beroperasi secara normal dan tidak melihat adanya ancaman keamanan.
Perdana Menteri Qatar pada Maret, pernah memperingatkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran akan “mencemari" perairan Teluk dan mengancam kehidupan di Qatar, UEA, dan Kuwait.