JAKARTA - Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah peluru artileri, sehari setelah latihan udara gabungan antara Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
Militer Korsel mengatakan, Korut menembakkan sekitar 10 peluru artileri dari sistem peluncur roketnya pada Hari Kamis, sehari setelah latihan udara bersama negara itu dengan AS dan Jepang.
Korut menembakkan peluru-peluru tersebut ke arah Laut Kuning sekitar pukul 10.00 pagi dari daerah Sunan dekat Pyongyang, kata pihak militer, dikutip dari The Korea Times 19 Juni.
Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS sedang melakukan analisis terhadap uji coba terbaru senjata tersebut, tambah militer.
Peluncur roket 240mm Korut menempatkan Seoul dan daerah sekitarnya dalam jangkauan target. Tahun lalu, Korea Utara melakukan uji coba peluncuran yang diklaim sebagai peluncur roket ganda yang dilengkapi dengan sistem pemandu baru.
Uji coba senjata tersebut dilakukan sehari setelah Korea Selatan, AS dan Jepang melakukan latihan udara tiga arah sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kerja sama keamanan trilateral melawan ancaman militer Korea Utara.
BACA JUGA:
Latihan tersebut, yang pertama kali dilakukan di bawah pemerintahan Lee Jae-myung, melibatkan pesawat tempur F-15K Korea Selatan, F-16 Amerika Serikat dan jet tempur F-2 Jepang.