Bagikan:

JAKARTA - Prof.Dr.Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH, MH, merupakan politikus senior Partai Gerindra. Dikenal dengan panggilan akrab Dasco, ia lahir di Bandung pada tanggal 7 Oktober 1967.

Dasco memulai pendidikannya di SD Negeri 6 Palembang pada tahun 1973 hingga 1979. Ia melanjutkan pendidikannya di SMP 43 Jakarta dan SMA Negeri II Manado.

Dasco yang awalnya menekuni bidang teknik di perguruan tinggi, meraih gelar sarjana Teknik Elektro dari Universitas Pancasila pada tahun 1993. Namun, minatnya kemudian beralih ke bidang hukum dan menyelesaikan gelar sarjana keduanya di bidang Hukum di Universitas Jakarta pada tahun 2009.

Tidak berhenti di jenjang sarjana, Dasco melanjutkan pendidikannya hingga meraih gelar magister Hukum dari Universitas Islam Jakarta pada tahun 2012. Puncak perjalanan akademisnya adalah gelar doktor Hukum dari Universitas Islam Bandung pada tahun 2015.

Selain prestasi akademisnya, Dasco juga pernah menduduki berbagai jabatan akademis: sejak tahun 2020 menjabat sebagai Rektor Universitas Kebangsaan; tahun 2016 hingga 2018 menjadi Dosen Hukum di Universitas Azzahra; dan sejak tahun 2021 menjadi Dosen Hukum di Universitas Pakuan dan dilantik sebagai Guru Besar Hukum pada tahun 2022. Selama lebih dari 10 tahun, ia telah mengajar di berbagai perguruan tinggi dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendidikan hukum.

Karier politik Dasco dimulai dari bawah, dimulai sejak Partai Gerindra berdiri. Sejak 2008, ia menjabat sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Pada 2008 hingga 2014, Dasco menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Gerindra. Pada 2014, ia memperoleh kursi pertamanya di DPR sebagai anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihan Banten III dengan perolehan 56.323 suara.

Pada masa jabatan pertamanya sebagai legislator, Dasco bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, keamanan, dan hak asasi manusia. Ia juga pernah dilantik sebagai Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) periode 2014–2019.

Setelah debut di legislatif, Dasco kembali terpilih untuk periode 2019–2024, mewakili daerah pemilihan yang sama. Perolehan suaranya meningkat signifikan menjadi 99.002 suara.

Atas kinerja gemilangnya, Gerindra memberikan amanah kepada Dasco untuk menduduki jabatan Wakil Ketua DPR RI pada 2019, menggantikan Fadli Zon.

Sebagai Wakil Ketua DPR, ia mengemban tugas untuk mengoordinasikan klaster ekonomi dan keuangan, meliputi Komisi XI, Badan Anggaran, dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI.

Sepanjang masa jabatannya, capaian elektoral Dasco terus menanjak. Pada Pemilu 2024, ia kembali memperoleh kursi di DPR RI untuk ketiga kalinya dengan perolehan suara sebesar 119.692 suara.

Setelah dilantik untuk periode legislatif 2024–2029 pada 1 Oktober 2024, Dasco kembali dilantik Gerindra untuk menduduki jabatan sebagai wakil partai di pimpinan DPR.

Untuk masa jabatan 2024–2029, Dasco bertugas mengawasi klaster politik dan keamanan yang meliputi Komisi I, Komisi II, Komisi III, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, dan Badan Legislasi. Sebagai pimpinan legislatif di bidang politik dan keamanan, Dasco menekankan tiga agenda utama: pertama, meningkatkan kinerja DPR RI melalui kolaborasi antar-partai; kedua, menjaga stabilitas politik selama masa transisi pemerintahan; dan ketiga, menanggapi aspirasi publik dengan segera.

Keunggulan Dasco semakin menanjak setelah kemenangan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dalam pemilihan presiden 2024. Dasco kerap dianggap sebagai tangan kanan Prabowo.

Dasco memegang peran krusial selama masa transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo, dengan menjabat sebagai Ketua Satgas Sinkronisasi Prabowo-Gibran. Ia kerap terlibat dalam keputusan-keputusan strategis partai dan pemerintahan.

Salah satu momen terpenting Dasco terjadi pada Agustus 2024 ketika ia ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk membatalkan usulan revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), di tengah maraknya protes publik.

Tugas penting lainnya adalah menangani kontroversi rencana penghapusan pengecer gas elpiji 3 kg skala kecil oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dasco dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo ke Istana Kepresidenan dan diinstruksikan untuk mengumumkan pembatalan pemotongan subsidi.

Selain urusan dalam negeri, Dasco juga berkontribusi signifikan terhadap hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra.

Misalnya, pada 7 Februari 2025, Dasco, sebagai Wakil Ketua DPR RI, secara langsung menerima Duta Besar Rusia Sergey Gennadievich Tolchenov untuk membahas hubungan bilateral. Kedua pihak menjajaki kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan, perdagangan, energi, ketahanan pangan, dan hubungan parlementer.

Sebagai bentuk pengakuan atas jasanya yang luar biasa, Dasco dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana, salah satu penghargaan sipil tertinggi di Indonesia.