Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tak mau ikut campur terhadap polemik pengibaran bendera bajak laut dari anime dan manga One Piece, meskipun hal itu terjadi di Jakarta.

Pramono menyerahkan penyikapan dan penanganan pemasangan bendera tersebut kepada pemerintah pusat.

"Untuk hal yang berkaitan dengan bendera biarlah itu pemerintah pusat saja," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 5 Agustus.

Narasi pengibaran bendera One Piece muncul dalam beberapa hari terakhir, di tengah-tengah persiapan perayaan HUT ke-80 Indonesia. Di media sosial pun ramai unggahan foto bendera One Piece berwarna hitam dengan simbol tengkorak dan topi jerami, yang kemudian dengan nama Jolly Roger.

Bendera tersebut adalah simbol khas kelompok bajak laut pimpinan Monkey D. Luffy, tokoh utama dalam cerita karya Eiichiro Oda tersebut. Bendera Jolly Roger, mengutip onepiece.fandom.com, tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tapi juga disebut menyuarakan kebebasan, keyakinan pribadi, dan persahabatan.

Sementara itu, laman GameRant menyebut One Piece telah berhasil mengomunikasikan dengan baik bahwa Jolly Roger bukan sekadar bendera bajak laut, tetapi urat nadi para kru. Jadi, desain-desain ini mewujudkan cita-cita dan kekuatan setiap kru dalam seri ini.

Beredarnya narasi pengibaran bendera bajak laut dari manga One Piece ditanggapi skeptis oleh pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat menurunkan kewibawaan dan derajat Bendera Merah Putih.

"Sebagai bangsa besar yang menghargai sejarah, sepatutnya kita semua menahan diri, dan tidak memprovokasi dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa," kata Budi Gunawan, beberapa waktu lalu.

Ketika narasai pengibaran bendera One Piece meluas di media sosial, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan adanya upaya sistematis yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan, memang ada upaya-upaya ya namanya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan.