JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau mengungkap di mana lokasi jet pribadi yang diduga dibeli pakai duit korupsi Dana Penunjang Operasional dan Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Papua. Posisinya dirahasiakan dan hanya disampaikan ada di luar negeri.
“Sementara, ya, statusnya masih kita rahasiakan. Ada di suatu tempat,” kata Ketua KPk Setyo Budiyanto kepada wartawan di gedung ACLC KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juni.
Meski begitu, Setyo memastikan informasi soal pesawat itu sudah dikantongi. Sekarang, penyidik disebutnya tinggal menguatkan bukti pesawat tersebut dibeli pakai duit korupsi.
“Kami akan melakukan pendalaman secara maksimal. Pendalaman secara maksimal dari keterangan saksi kemudian kita cek posisinya, gitu, ya,” tegas mantan Direktur Penyidikan KPK tersebut.
“Memastikan proses juga transaksinya gitu bahwa memang betul dilakukan oleh para pihak yang satunya sudah meninggal,” sambung Setyo.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, KPK mengusut dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang terkait Dana Penunjang Operasional dan Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pemprov Papua. Kerugian negaranya akibat praktik lancung ini mencapai Rp1,2 triliun.
Sudah ada satu tersangka dalam kasus ini, yakni DE selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua. Dia diduga melakukan perbuatannya bersama-sama Lukas Enembe saat masih menjabat sebagai Gubernur Papua.
Adapun Lukas Enembe telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada Desember 2023. Ketika itu, dia masih berstatus sebagai terdakwa kasus suap dan gratifikasi dan KPK sedang mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjeratnya.