JAKARTA - Jalan-jalan di Tel Aviv dilaporkan tampak tenang tenang pada Jumat pagi waktu setempat. Pemimpin negara itu memperingkatkan masyarakat agar bersiap menghadapi pembalasan Iran setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Militer menutup sekolah-sekolah di seluruh negeri dan melarang pertemuan publik, serta membatalkan parade tahunan Tel Aviv Pride, yang biasanya menarik puluhan ribu pengunjung ke kota itu.
"Kami sudah mengalami skenario ini dua kali," kata Uri, yang berusia 31 tahun, sambil duduk di bangku di luar supermarket dilansir Reuters, Jumat, 13 Juni.
"Jujur saja, saya tidak peduli. Saya akan pergi ke tempat perlindungan saja dan saya akan baik-baik saja," katanya ketika ditanya apakah ia memiliki kekhawatiran tentang keselamatannya sendiri.
Iran menembakkan ratusan pesawat nirawak dan rudal balistik ke Israel dalam dua serangan tahun lalu sebagai respons atas serangan Israel, yang mengguncang masyarakat Israel tetapi hanya menyebabkan kerusakan kecil.
Teheran bersumpah untuk membalas serangan Israel Jumat dini terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran yang menewaskan beberapa komandan tinggi.
Israel mengatakan pihaknya berupaya untuk mencegat 100 pesawat nirawak yang diluncurkan oleh Iran, tetapi belum mencapai Israel.
Warga Israel telah diberitahu untuk bersiap menghabiskan waktu berjam-jam di tempat perlindungan bom, dengan pemerintah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan serangan berkepanjangan terhadap musuh bebuyutannya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan ke Iran sebagai langkah tegas untuk melindungi Israel dari ancaman eksistensial di masa depan.
Selama setahun terakhir, Israel secara terbuka bentrok dengan Teheran, menembakkan roket salvo jauh ke Iran.
BACA JUGA:
Setelah kelompok militan Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap komunitas Israel pada Oktober 2023, Israel membubarkan banyak sekutu Iran, termasuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.
Di Gaza, yang telah berubah menjadi hamparan tanah kosong oleh operasi militer Israel yang menghancurkan, beberapa orang berharap serangan terhadap Iran dapat membuka jalan bagi berakhirnya perang di daerah pantai tersebut.
"Kami berharap kali ini Iran akan mendorong solusi yang komprehensif," kata Abu Abdallah, seorang pengusaha Palestina yang mengungsi di selatan Gaza.