Bagikan:

JAKARTA - Sembilan orang tewas dalam ledakan di tempat parkir bus di Nigeria, yang diduga akibat bom yang ditanam oleh militan yang meningkatkan serangan di negara bagian Borno.

Borno menjadi pusat pemberontakan Islamis selama 16 tahun terakhir, yang telah menewaskan ribuan warga Nigeria dan mengusir puluhan ribu orang dari rumah mereka.

Penduduk desa Mairari di distrik Guzamala, Borno, sedang menunggu angkutan ketika bom meledak pada Sabtu, 31 Mei, menewaskan sembilan orang, kata Abdulkarim Lawan, anggota parlemen untuk daerah tersebut.

Lawan, yang juga juru bicara majelis negara bagian Borno, mengatakan desa Mairari kini sebagian besar kosong karena serangan yang sering dilakukan oleh Boko Haram dan Negara Islam Afrika Barat, yang juga semakin banyak menggunakan bahan peledak rakitan.

"Teroris yang telah memantau pergerakan mereka menanam perangkat peledak di halte bus lokal, yang meledak saat mereka sedang menunggu untuk menaiki kendaraan umum kembali ke tujuan mereka," katanya dilansir Reuters, Senin, 2 Juni.

Juru bicara polisi negara bagian Borno Nahum Kenneth Daso membenarkan insiden tersebut tetapi mengatakan ia tidak memiliki rinciannya.

Bunu Bukar, seorang pedagang kecil di halte bus mengatakan perangkat peledak tersebut meledak saat penumpang menaiki minibus, menewaskan sembilan orang seketika dan melukai beberapa lainnya.