Bagikan:

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia akan memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan.

Salah satu fokus kerja sama adalah pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), seperti pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene Evolved buatan Prancis.

Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie usai menyambut kedatangan Macron di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 27 Mei.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu agenda utama dalam kunjungan kenegaraan ini adalah penandatanganan letter of intent (LoI) antara Indonesia dan Prancis terkait penguatan sektor pertahanan.

“Kami akan menandatangani letter of intent bersama para menteri lainnya. Intinya, kami akan mengembangkan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis, terutama terkait alutsista strategis,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan bahwa pengadaan pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene Evolved menjadi bagian dari kerja sama tersebut. Meski belum memberikan rincian lebih lanjut, Sjafrie menyebut bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rencana yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil tahun 2024, yang menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat pertahanan nasional.

Kunjungan kenegaraan Presiden Macron dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 29 Mei 2025 sebagai bagian dari tur diplomatik di kawasan Indo-Pasifik, yang juga mencakup Vietnam dan Singapura.

Selama di Indonesia, Macron akan menghadiri sejumlah agenda resmi, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Rabu 28 Mei.

Selain agenda kenegaraan, Presiden Macron juga dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang serta Candi Borobudur pada Kamis 29 Mei. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan turut mendampingi Macron.