Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan Ukraina dua kali berupaya  menerobos perbatasan ke wilayah Kursk Rusia sejak dimulainya gencatan senjata selama tiga hari.

Baik Moskow maupun Kyiv saling menuduh telah melanggar gencatan senjata yang diumumkan oleh Rusia, yang mulai berlaku pada Kamis, 8 Mei.

Dilansir Reuters, Ukraina tidak berkomitmen untuk mematuhi gencatan senjata dengan menyebutnya sebagai tipu muslihat Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menciptakan kesan ingin mengakhiri perang.

Sementara Putin mengatakan dirinya berkomitmen untuk mencapai perdamaian, sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya mematuhi gencatan senjata.

Serangan terhadap lapangan udara Ukraina dan perebutan desa Troitske di wilayah Donetsk timur Ukraina oleh Moskow terjadi sebelum gencatan senjata dimulai, kata Rusia.

 

Namun seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan Rusia terus melakukan serangan di beberapa wilayah di garis depan timur dengan laporan dua orang terluka.

Sementara seorang wanita berusia 55 tahun tewas selama pengeboman di wilayah Sumy utara Ukraina.

Gencatan senjata jatuh pada peringatan 80 tahun kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua. Putin akan menjamu Presiden China Xi Jinping dan sejumlah pemimpin lainnya dalam parade militer di Lapangan Merah Moskow pada 9 Mei.