Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 137 dari 201 mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Jakarta dilaporkan dalam kondisi rusak. Hanya tersisa 64 mesin yang masih berfungsi di berbagai titik jalanan Ibu Kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut kerusakan ini disebabkan oleh keterbatasan suku cadang yang sulit ditemukan.

“Mesin ini dari Swedia, dipasang sejak 2016. Tapi sejak 2018–2019, after sales dan suku cadangnya bermasalah. Jadi banyak yang rusak,” jelas Syafrin di Jakarta, Jumat, 25 April. 

Akibat kerusakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta kehilangan potensi pendapatan retribusi parkir dalam jumlah besar.

Transaksi kembali dilakukan secara manual melalui juru parkir (jukir), sehingga tidak tercatat secara elektronik.

“Begitu TPE rusak, transaksi jadi manual lagi. Pendapatan menurun drastis,” ujar Syafrin.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov DKI tengah menyiapkan sistem digitalisasi parkir yang lebih andal.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana memutakhirkan mesin TPE dengan komponen dalam negeri agar lebih mudah diperbaiki.

Saat ini, Dishub DKI tengah menguji coba mesin parkir baru di empat ruas jalan. Uji coba akan diperluas ke enam titik tambahan pada Mei 2025. Jika berjalan sukses, mesin-mesin ini akan menggantikan sistem lama di seluruh wilayah Jakarta.

“Setelah proven, digitalisasi dengan aplikasi JakParkir dan mesin TPE baru akan diterapkan bertahap di seluruh ruas jalan,” tambah Syafrin.