Bagikan:

JAKARTA - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) membentuk tim yang disiagakan selama 1x24 untuk melayani dan melindungi jemaah Indonesia selama musim Haji 2025 atau 1446 Hijriah.

Konsul Jenderal RI di Jeddha Yusron B. Ambary mengatakan, pihaknya berupaya fokus pada menjamin keamanan jemaah Indonesia yang menunaikan Ibadah Haji tahun ini.

"KJRI Jeddah membentuk tim pelindungan jemaah. Tugas utamanya standby 24 jam, baik di Makkah, Madinah dan Jeddah, untuk merespons berbagai kasus yang banyak terjadi yang dialami jemaah kita," jelasnya dalam keterangan pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis 24 April.

Lebih jauh dijelaskan olehnya, kasus yang banyak dihadapi jemaah Haji reguler yakni, paspor hilang, sidik jari tidak terbaca, hingga orang-orang yang sudah terkena larangan masuk dari Pemerintah Arab Saudi tapi mendapatkan visa Haji sehingga ketika tiba tidak boleh masuk.

"Kemudian kasus lain yang banyak kita hadapi adalah ketidaktahuan jemaah terhadap aturan setempat di Arab Saudi, sehingga banyak kejadian-kejadian seperti mereka ditangkap karena misalkan foto sembarangan atau mereka berfoto bersama menggunakan banner atau juga misalnya menggunakan atribut tertentu selama ibadah Haji," ungkap Konjen RI.

Dijelaskannya, hal-hal seperti di atas dapat diselesaikan dengan bernegosiasi tanpa proses hukum lebih lanjut, jika informasi itu cepat diperoleh pihak KJRI.

"Kerja sama kita dengan petugas haji cukup baik. Jadi setiap ada kasus informasinya cepat datang ke kita dan tim pelindungan jemaah KJRI langsung menghubungi aparat terkait di Arab Saudi," terang Konjen Yusron.

"Alhamdulillah selama ini belum ada kasus hukum yang berlanjut dan kemudian diproses hukum lebih lanjut dari para jemaah Haji (Indonesia)," pungkasnya.

Sebagai informasi, KJRI Jeddah memiiki call center atau Hotline Gardu Peduli KJRI Jeddah yang bisa dihubungi di nomor +966 50 360 9667.

Diketahui, Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), telah secara resmi menetapkan rencana perjalanan haji (RPH) atau jadwal untuk tahun 2025.

Dalam pengumuman tersebut, kloter pertama calon jemaah haji dijadwalkan memasuki asrama haji pada tanggal 1 Mei 2025 dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada tanggal 2 Mei 2025.

Untuk musim Haji tahun ini, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221.000 jemaah. Rinciannya adalah 201.063 jemaah Haji reguler, 1.572 petugas Haji daerah, 685 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 17.680 jemaah haji khusus.

Masa operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah akan berlangsung selama 30 hari, sementara rata-rata masa tinggal jemaah Indonesia di Arab Saudi adalah 41 hari.