JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons soal warga yang berbondong-bondong mendatangi Balai Kota DKI Jakarta dengan membawa surat lamaran kerja menjadi pegawai penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).
Menurut Pramono, membeludaknya warga mendaftar sebagai PJLP disebabkan oleh fenomena pendatang baru masuk Jakarta usai Lebaran yang jumlahnya meningkat.
"Kenapa ini antusiasme publiknya luar biasa? Ya ini memang kondisi daerah yang sudah kemarin saya sebutkan, yang datang ke Jakarta ini sudah mengalami peningkatan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 23 April.
Pramono mengaku kedatangan warga untuk melamar kerja di saat Pemprov DKI belum membuka proses rekrutmen disebabkan oleh pengumuman yang sebelumnya sudah ia sampaikan.
Di mana, Pramono akan membuka lowongan untuk 1.100 pada tahun ini yang mayoritasnya menjadi petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Pramono juga mengubah syarat PPSU menjadi hanya lulusan SD dan bisa baca-tulis.
"Ini menggambarkan bahwa memang harapan orang utnuk bekerja di PPSU ini tinggi sekali," ucap Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono kembali menegaskan bahwa proses rekrutmen PJLP sejatinya akan dibuka di tiap kelurahan, bukan langsung mendatangi Balai Kota DKI Jakarta. Namun, melihat pelamar yang telanjur datang, Pemprov DKI tetap menampung dokumen lamaran tersebut.
"Karena saya ingin isu tentang ordal (orang dalam) ini betul betul bisa dihilangkan dalam rekrutmen untuk PPSU maupun untuk PJLP. Sehingga dengan demikian kami informasikan bahwa rekrutmennya bisa di kelurahan, tetapi keputusannya karena kami ingin menghilangkan ordal dan transparansinya itu, maka keputusannya dilampirkan kepada gubernur," urainya.
Pada Selasa, 22 April, hingga Rabu, 23 April, sejumlah warga mendatangi Balai Kota DKI Jakarta dengan membawa surat lamaran pekerjaan menjadi PJLP. Mereka mengantre untuk menyerahkan surat lamaran kerja beserta sejumlah dokumen persyaratan lainnya di loket penerimaan barang dan paket Balai Kota DKI Jakarta.
Saking banyaknya pelamar, petugas pengamanan Balai Kota pun sampai memindahkan loket penerimaan pelamar ke lapangan Balai Kota dan mengatur antrean yang menumpuk.
BACA JUGA:
Ternyata, informasi mengenai pembukaan lamaran kerja dengan mendatangi langsung Balai Kota DKI Jakarta adalah hoaks atau bohong. Hingga kini, Pemprov DKI belum resmi membuka rekrutmen PJLP seperti PPSU dan yang lainnya setelah Pramono-Rano Karno menjabat.